Waikelo Sawah, Surga Mata Air di Pulau Sumba | Breaktime
Waikelo Sawah, Surga Mata Air di Pulau Sumba
01.03.2016

Pulau Sumba terkenal sebagai daerah yang kering dan sulit air. Tapi ada satu daerah di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur ini yang melimpah dengan air bersih, daerah itu adalah Waikelo Sawah.

Iklim di Pulau Sumba memang unik. Kemarau panjang yang bisa mencapai 9 bulan membuat kondisi tanah di Sumbar relatif kering dengan cuaca yang panas. Hal ini diperparah oleh struktur tanah Sumba yang mayoritas merupakan batuan kapur sehingga tak mampu menahan air dan membuat wilayah ini sering mengalami kesulitan air.

Namun tidak demikian halnya di Waikelo Sawah. Wilayah ini sangat kaya dengan air tanah dan sungai yang mengairi sawah-sawah di sejumlah desa sekitarnya, seperti desa Tema Tana, Kalembu Ndara Mane, Mareda Kalada, Pada Eweta, Wee Rame, Dikira, dan Tanggaba.

Waikelo Sawah, Surga Mata Air di Pulau Sumba | Breaktime
Pemandangan stalaktit dan stalagmit di goa Waikelo Sawah

Waikelo Sawah sendiri terletak di daerah Wewewa, masuk wilayah Desa Tema Tana, Kabupaten Sumba Barat Daya, berjarak sekitar 9 kilometer dari ibu kota kabupaten, Waikabubak.

Air Waikelo Sawah yang sangat melimpah berasal dari sungai bawah tanah dan keluar melalui sebuah goa dan air terjun yang telah dibangun sedemikian rupa untuk keperluan irigasi, mandi, dan keperluan warga sekitar.

Kedalaman dan sumber air di sungai bawah tanah Waikelo Sawah belum diteliti secara pasti, namun Dinas Pekerjaan Umum Sumba Barat Daya menyebutkan bahwa debit air di Waikelo Sawah diperkirakan mencapai seribu liter per detik.

Pada musim kemarau, Waikelo Sawah sangat ramai oleh penduduk yang memanfaatkan limpahan air untuk mandi, mencuci pakaian, dan keperluan air. Sejumlah truk tangki juga mengambil air dari Waikelo Sawah untuk disalurkan ke daerah-daerah perbukitan yang mengalami kesulitan air.

Waikelo Sawah, Surga Mata Air di Pulau Sumba | Breaktime
Saluran irigasi di Waikelo Sawah yang dibangun sejak tahun 1976

Waikelo Sawah juga ramai didatangi oleh wisatawan pada bulan Februari dan November, saat penduduk kampung-kampung adat di Sumba menyelenggarakan tradisi Pasola dan Wula Podu.

Keindahan stalaktit dan stalagmit di bibir goa Waikelo Sawah dan pemandangan sawah-sawah khas pedesaan di sekitarnya membuat tempat ini layak dikunjungi saat B'timers traveling ke Pulau Sumba.

Akomodasi

Tidak ada penginapan atau hotel di sekitar Waikelo Sawah, wisatawan biasanya menginap di Waikabubak (Sumba Barat) atau Tambolaka (Sumba Barat Daya).

Menuju Waikelo Sawah

Destinasi ini bisa ditempuh selama kurang lebih satu jam perjalanan dari Waikabubak maupun Tambolaka dengan kendaraan umum (minibus) atau sewa mobil. Terdapat penerbangan setiap hari dari Denpasar menuju Tambolaka (maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air) dengan pesawat ATR. (ZA)

Share This Article