Wah, Way Kambas Jadi Taman Warisan ASEAN | Breaktime
Wah, Way Kambas Jadi Taman Warisan ASEAN
18.08.2016

Selain memiliki keindahan alam dan keragaman budaya yang menjadi daya tarik wisatawan, Indonesia juga memiliki ragam flora fauna yang menjadi ciri khas destinasi Nusantara.

Salah satu fauna khas Indonesia yang menjadi daya tarik wisata adalah gajah, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung.

Bagi B'timers yang berencana mengunjungi Taman Nasional Way Kambas dalam waktu dekat ini, ada kabar positif karena Way Kambas kini resmi menjadi Taman Warisan ASEAN.

Penetapan Way Kambas sebagai Taman Warisan ASEAN diberikan pada pertemuan ASEAN Heritage Parks Committee ke-5 yang berlangsung akhir Juli kemarin dan diikuti 10 delegasi negara-negara Asia Tenggara.

Taman Nasional Way Kambas masuk dalam kawasan perlindungan ASEAN sebagai lokasi yang ke-36. Sebagai Taman Warisan ASEAN, Way Kambas kini tak hanya menjadi "milik" Indonesia, tetapi juga milik dunia. Lokasi ini terpilih karena memiliki keanekaragaman hayati dan keanekaragaman endemik.

Wah, Way Kambas Jadi Taman Warisan ASEAN  | Breaktime
Way Kambas merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia

Penetapan Taman Nasional Way Kambas sebagai Taman Warisan ASEAN juga merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional kepada komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Way Kambas merupakan taman nasional sebagai tempat perlindungan gajah di Pulau Sumatera, berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat kota Bandar Lampung. Taman nasional ini merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia.

Wah, Way Kambas Jadi Taman Warisan ASEAN  | Breaktime
Gajah merupakan satwa utama di pusat konservasi taman nasional Way Kambas

Selain gajah, di taman nasional ini juga melindungi spesies badak dari kepunahan. Selain itu, Way Kambas juga menjadi rumah konservasi bagi berbagai jenis flora fauna dan sebagai lokasi penelitian para ilmuwan dan biolog.

Bagi B'timers yang ingin menginap dan merasakan kehidupan alami khas Way Kambas, terdapat beberapa penginapan berupa cottage yang terletak sekitar 500 meter di luar pintu masuk taman nasional.

Perjalanan menuju Way Kambas dari ibu kota bisa melalui rute Jakarta menuju pelabuhan Merak - Bakaheuni, kemudian ke arah Bandar Lampung, dilanjutkan menuju Metro, Rajabasa, naik bis ke Way Jepara, dan dilanjutkan dengan ojek menuju Way Kanan yang merupakan pintu masuk taman nasional Way Kambas. (za)

Share This Article