Wah, Makin Banyak Traveler Asing Kunjungi NTT | Breaktime
Wah, Makin Banyak Traveler Asing Kunjungi NTT
20.08.2016

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan sejumlah destinasi wisata alam, sejarah, rohani, dan budaya, seperti Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Festival Larantuka di Flores, dan Festival Pasola di Pulau Sumba.

Keberadaan berbagai destinasi wisata tersebut didukung oleh sejumlah event tahunan yang juga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun asing seperti ajang balap sepeda Tour de Flores.

Tak heran, beragamnya event dan destinasi wisata di NTT membuat provinsi ini terus mengalami tren peningkatan kunjungan wisatawan. Hingga bulan Juli 2016, tercatat lebih dari 14 ribu wisatawan asing telah mengunjungi NTT, dikutip dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Wah, Makin Banyak Traveler Asing Kunjungi NTT | Breaktime
Salah satu perahu Sail Komodo di perairan Taman Nasional Komodo

Jumlah tersebut naik sebesar 15 bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama pada bulan Januari hingga Juni tahun 2015.

Salah satu pintu utama kedatangan wisatawan nasional maupun internasional ke NTT adalah Labuan Bajo dengan penerbangan Denpasar - Labuan Bajo atau penyeberangan ferry dari Sape, kota pelabuhan di Nusa Tenggara Barat.

Labuan Bajo menjadi persinggahan utama sebelum wisatawan berkunjung ke Taman Nasional Komodo yang pada tahun 2016 ini ditetapkan sebagai satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah.

Wah, Makin Banyak Traveler Asing Kunjungi NTT | Breaktime
Pantai Mandorak, salah satu keindahan pantai-pantai di Pulau Sumba

Selain Labuan Bajo, pintu masuk lainnya menuju NTT adalah Bandara El Tari di Kupang, Waingapu di Pulau Sumba, dan Ende di Flores. Kebijakan bebas visa dari pemerintah turut mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asing di NTT.

Meningkatnya kunjungan wisman ke NTT berdampak positif pada pergerakan perekonomian masyarakat lokal dan bisa menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Pemerintah setempat berharap masyarakat NTT bisa memanfaatkan momen kunjungan wisman ini dengan meningkatkan produksi kerajinan-kerajinan tangan yang bisa memancing daya beli wisatawan. (za)

Share This Article