Waerebo, Damai dengan Alunan Musik Tradisional | Breaktime
Waerebo, Damai dengan Alunan Musik Tradisional
17.08.2016

Traveling ke pelosok Nusantara kurang lengkap rasanya bila tidak menikmati kearifan budaya lokal, seperti kesenian, upacara adat, kuliner daerah, dan hal-hal unik lainnya di sebuah destinasi.

Pengalaman berharga seperti itu juga bisa dirasakan saat B'timers berkunjung ke Waerebo, sebuah desa adat yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, , Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Waerebo yang terletak di perbukitan, dengan ketinggaian sekitar 1100 meter di atas permukaan laut. Desa adat ini terkenal unik dan terjaga keasliannya, tak heran bila Waerebo meraih Award of Excellence dari Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage UNESCO.

Waerebo, Damai dengan Alunan Musik Tradisional | Breaktime
Tamu dan wisatawan menikmati alunan musik tradisional di rumah Mbaru Niang

Salah satu keunikan Waerebo yang masih dilestarikan hingga kini adalah bangunan adat yang disebut Mbaru Niang. Terdapat tujuh rumah adat di Waerebo dengan fungsinya masing-masing, dua rumah adat utama berfungsi sebagai tempat penyambutan dan menginap bagi tamu atau wisatawan.

Yang unik di desa adat ini, wisatawan akan dihibur oleh kesenian tradisional khas Waerebo berupa permainan musik adat yang dimainkan oleh lima pria dewasa. Kesenian adat Waerebo ini biasanya dimainkan pada malam hari.

Waerebo, Damai dengan Alunan Musik Tradisional | Breaktime
Musik tradisional Waerebo dimainkan oleh laki-laki dewasa pada malam hari

Bunyi tabuhan gendang dan nyanyian dalam bahasa adat Waerebo cukup menggema di dalam rumah kerucut Mbaru Niang. Satu lagu bisa dimainkan selama kurang lebih tujuh sampai sepuluh menit.

Kesenian tradisional ini awalnya merupakan kegiatan sehari-hari di kalangan pria dewasa Waerebo untuk mengisi waktu luang dan menghibur anak-anak kecil, sementara para wanita memasak untuk makan malam.

Karena dalam satu rumah adat bisa dihuni hingga tujuh kepala keluarga, maka acara berkumpul dengan sajian musik adat ini bisa dinikmati oleh beberapa anggota keluarga, termasuk para tamu dan wisatawan.

Waerebo, Damai dengan Alunan Musik Tradisional | Breaktime
Anak-anak bermain di pengeringan biji kopi pada pagi hari di Waerebo

Selain kesenian adat tersebut, wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh khas Waerebo berupa kain tenun dan kopi. Desa ini memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi jenis Arabica terbaik di Flores karena berada di pegunungan yang subur.

Tak hanya kopi, wisatawan juga bisa membeli langsung hasil panen jeruk yang masih segar. Sementara untuk kain tenun khas Waerebo dijual dengan harga mulai Rp 250 ribu sampai satu juta rupiah. Siapkan uang tunai bila berkunjung ke desa adat ini karena tidak tersedia ATM maupun lembaga keuangan lainnya. (za)

Share This Article