Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung | Breaktime
Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung
19.02.2015

Ini Dia!! Vihara Dewi Kwan Im di Belitung

B’timers masih ingat film Laskar Pelangi? Dalam film garapan sutradara Riri Riza tersebut digambarkan keindahan Pulau Belitung dengan hamparan pasir putih dan batu-batuan granit raksasa di sepanjang pantainya.
 
Namun wisata Pulau Belitung tak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga budaya Tionghoa yang sangat kental terasa di pulau yang dikenal sebagai penghasil timah ini. Salah satu destinasi bernuansa Tionghoa di Belitung adalah Vihara Dewi Kwan Im, yang terletak di Desa Burong Mandi, Kabupaten Belitung Timur. Masyarakat setempat lebih familiar menyebutnya dengan nama Klenteng Burong Mandi.
(Baca juga: Menikmati Sunrise Bromo Dari Bukit Kingkong)

Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung

Nama asli bangunan yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan ini adalah Vihara Buddhayana Dewi Kwan Im. Konon Vihara ini sudah ada sejak abad 17, jauh sebelum migrasi orang-orang China ke Belitung yang dibawa oleh Belanda untuk mengeksploitasi timah di pulau ini.
 
Pak Novri, driver sekaligus guide saya selama di Belitung, menceritakan legenda asal muasal vihara ini adalah ketika seorang nelayan menemukan patung Buddha Bodhisttwa dalam posisi setengah tenggelam di pasir pantai. Orang-orang percaya bahwa penemuan patung itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa untuk membantu dan melindungi mereka dari pengaruh roh jahat. Kemudian dibangunlah sebuah vihara tak jauh dari area penemuan patung tersebut.
 
Bangunan vihara Dewi Kwan Im ini tepat berada di perbukitan yang menghadap pantai Burong Mandi. Tak jauh dari vihara terdapat aliran sungai yang menambah kesejukkan dan harmoni. Selain itu, ada mitos yang hingga kini masih diyakini bahwa air sungai tersebut dapat menyembuhkan penyakit dan menjadikan awet muda.
 

Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung

Untuk memasuki vihara ini, B’timers harus menaiki sekitar 86 anak tangga. Bangunan utama vihara berada di sisi kiri, dengan dua altar terpisah di sebelah kanan. Bangunan segi enam khas Tionghoa pada bagian depan difungsikan untuk memuja Dewa Langit.
 
Di dalam vihara terdapat sebuah kolam dimana para pengunjung boleh melempar koin sambil mengucapkan permohonan mereka. Kolam ini disebut Kolam Tujuh Bidadari, airnya bisa langsung diminum karena berasal dari air sumur yang alami, jernih, dan menyegarkan. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, di dalam sumur ini terdapat seekor naga yang menjaga sumur dan kejernihan serta kekhasiatan air tersebut.
 

Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung

Vihara ini memiliki tiga tempat sembahyang. Pertama, Shimunyo yang berada di dekat anak tangga. Naik lebih ke atas, terdapat tempat sembahyang bernama Sitiyamuni. Beranjak lebih ke atas, maka Anda akan menjumpai tempat sembahyang yang paling besar di vihara ini, yaitu Kon Im. Konon, Dewi Kwan Im bersembahyang di atas batu yang ada di Kon Im ini.
 
Vihara tertua dan terbesar di Pulau Belitung ini selalu dipenuhi warga yang ingin beribadah, terutama saat hari-hari besar keagamaan seperti Imlek maupun hari raya Waisak. Pengunjung vihara ini tidak hanya warga Indonesia, tapi juga turis-turis dari luar negeri yang berkunjung ke Pulau Belitung.
 

How to get there?

Vihara Burong Mandi, Keanggunan Dewi Kwan Im di Belitung

Lokasi Vihara Dewi Kwan Im berada di Belitung Timur, tak jauh dari Pantai Burong Mandi, sekitar 18 km atau 30 menit dari Kota Manggar. Biasanya destinasi ini sudah masuk dalam di paket tour Belitung. Destinasi ini juga bisa diakses dengan mobil sewaan atau taksi dari Bandara Tanjung Pandan, dengan waktu perjalanan kurang lebih 1 sampai 1,5 jam.

Share This Article