Uniknya Silaturahmi Kebudayaan Imlek di Lombok | Breaktime
Uniknya Silaturahmi Kebudayaan saat Imlek di Lombok
02.02.2016

Lombok sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia dikenal dengan julukan "Pulau Seribu Masjid", mengacu pada mayoritas penduduknya yang beragama Muslim. Identitas Lombok sebagai wisata Muslim makin kuat pasca diraihnya predikat World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination tahun 2015 lalu.

Meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, Lombok tetap mempertahankan keragaman budaya dan kultur, termasuk kebudayaan Tionghoa yang cukup terasa di kawasan Cakranegara, tak jauh dari pusat kota Mataram.

Keragaman budaya tersebut bakal diperkenalkan kepada publik dan wisatawan pada event Silahturahmi Kebudayaan Tahun Baru Imlek 2567/2016 sekaligus memperingati Tahun Baru China atau Imlek.

Uniknya Silaturahmi Kebudayaan Imlek di Lombok | Breaktime
Pernak-pernik khas Imlek banyak ditemui jelang Tahun Baru China

Acara ini bakal diselenggarakan di Cakranegara, lokasi dengan jumlah etnis Tionghoa yang cukup menonjol di kawasan Mataram. Festival akan didahului dengan pasar sembako murah dan sejumlah pentas kesenian khas Tionghoa yang dipadukan dengan tarian daerah khas Lombok dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, pada festival ini akan dibagi-bagikan kuliner khas Imlek, seperti kue keranjang dan lontong Cap Go Meh. Wisatawan yang datang pun dapat mencicipi kuliner khas Imlek secara gratis pada sore hari tanggal 20 Februari.

Seperti yang diketahui, kue keranjang merupakan menu khas Imlek yang cukup populer. Bedanya, dalam Silahturahmi Kebudayaan Tahun Baru Imlek 2567/2016 ini kue keranjang dan lontong Cap Go Meh dimasak oleh masyarakat lokal sehingga dijamin halal.

Uniknya Silaturahmi Kebudayaan Imlek di Lombok | Breaktime
Selama Imlek wisatawan masih bisa menikmati keindahan bawah laut khas Lombok

Silahturahmi Kebudayaan Tahun Baru Imlek 2567/2016 yang menjadi festival Imlek pertama yang diselenggarakan di Lombok dengan mayoritas penduduk beragama Islam ini ditujukan untuk memperkenalkan kebudayaan Tionghoa pada perayaan Tahun Baru Imlek. Begitu pula dengan aneka kuliner yang dibuat oleh masyarakat setempat.

Toleransi antara masyarakat Muslim dan masyarakat Tionghoa di Lombok merupakan hal unik yang menarik untuk dipromosikan kepada wisatawan lokal maupun asing.Selain itu, festival Imlek di Lombok ini pun menambah kekayaan dan keragaman festival serupa yang lebih dulu populer di beberapa kawasan lain di Indonesia, seperti perayaan Imlek di Palembang, Singkawang, Solo, dan Semarang. (ZA)

Share This Article