Tulamben dan Spot Selam Shipwrecks Terbaik Dunia | Breaktime
Tulamben dan 4 Spot Selam Shipwrecks Terbaik Dunia
24.02.2016

B'timers penggemar wisata bawah laut khususnya diving? Mengunjungi berbagai spot selam di penjuru dunia merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya.

Salah satu obyek selam yang paling banyak diburu diver adalah shipwrecks atau bangkai kapal yang tenggelam berpuluh-puluh tahun lalu, bisa karena perang atau kecelakaan. Tak hanya bangkai kapal perang, tetapi juga kapal pesiar, pesawat terbang, atau obyek lain yang berada di dasar laut.

Berikut lima lokasi selam lain di penjuru dunia yang juga terkenal dengan shipwrecks-nya, seperti dilansir dari situs dive ternama dunia, PADI.

Tulamben, Indonesia

Indonesia sendiri memiliki beberapa lokasi selam yang terkenal dengan shipwrecks, salah satunya di Tulamben, Bali. Di lokasi ini terdapat bangkai kapal USAT Liberty yang tenggelam oleh serangan torpedo Jepang pada Perang Dunia II.

Chuuk Lagoon, Mikronesia

Chuuk Lagoon di Mikronesia merupakan salah satu pangkalan militer Jepang pada Perang Dunia II. Saat diserang oleh Amerika Serikat pada tahun 1944, sejumlah 12 kapal induk, 32 kapal perang, dan 200 lebih pesawat tenggelam di perairan ini. Ada lebih dari 20 bangkai kapal perang yang menjadi lokasi favorit diver, dua di antaranya adalah bangkai kapal Fujikawa Maru sepanjang 134 meter dan Sinkoku Maru sepanjang 153 meter.

Tulamben dan Spot Selam Shipwrecks Terbaik Dunia | Breaktime
Wisatawan menyelam di sekitar kerangka kapal di Tulamben

Sharm-El-Sheik, Mesir

Titik selam paling terkenal di Mesir berlokasi di perairan Laut Merah, dimana terdapat bangkai kapal induk Amerika Serikat S.S. Thistelgorm yang tenggelam setelah diserang Jerman pada tahun 1940. Kapal sepanjang 128 meter ini tenggelam bersama sejumlah motor dan mobil yang diangkut di dalamnya.

 Townsville, Australia

Spot dive paling terkenal di Australia adalah Great Barrier Reef, namun bila diver ingin merasakan pengalaman menyelam di bangkai kapal, Townsville tempatnya. Di perairan ini terdapat bekas SS Yongala yang tenggelam karena badai siklon pada tahun 1911 dan baru ditemukan pada tahun 1958.

Grand Anse, Grenada

Negara di kawasan Amerika Tengah ini memiliki spot dive bekas tenggelamnya kapal pesiar Bianca yang disebut-sebut sebagai "Titanic Dari Karibia". Kapal mewah ini tenggelam pada tahun 1961 setelah terjadi ledakan di dapur kapal dan membuat kebakaran selama beberapa hari. Dengan panjang 180 meter, Bianca di Granada ini merupakan bangkai kapal terbesar yang ada di perairan Karibia. (ZA)

Share This Article