Terumbu Karang Labuan Bajo Terancam Rusak? | Breaktime
Terumbu Karang Labuan Bajo Terancam Rusak?
10.09.2017

Indonesia menjadi negara yang mayoritas wilayahnya adalah lautan. Tak heran jika bisa ditemui banyak sekali pantai dan laut. Bahkan setiap pantai dan laut memiliki karakteristik keindahan yang mengesankan. Tak hanya itu, sebagai negara kelautan dengan keindahan terumbu karang yang menjadi potensi wisata, Indonesia kini menghadapi ancaman kerusakan terumbu karang yang sudah di depan mata.

Diperkirakan sekitar 35 persen terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan total yang dikarenakan pencemaran, perusakan, bahan peledak untuk menangkap ikan, serta perdagangan terumbu karang secara ilegal. Beberapa kasus yang membuat terumbu karang tak lagi seindah dulu juga sudah mulai banyak yang terkuak. Nah, sebagai warga negara yang baik, tahukah Anda bagaimana cara hidup dan bagaimana seharusnya merawat serta menjaga terumbu karang kita?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tak Melulu Komodo, Ini 5 Tujuan Aduhay Labuan Bajo

Terumbu karang merupakan biota laut yang membutuhkan waktu sangat lama untuk berkembang biak. Sebongkah karang otak perlu waktu sampai 50 tahun untuk tumbuh hingga terlihat seperti otak. Ironisnya, terumbu karang tersebut dijual hanya ratusan ribu rupiah di pasar ilegal.

Kerusakan terumbu karang berakibat pada rusaknya ekosistem. Hewan laut lainnya seperti ikan, lobster, kepiting bertelur, dan kuda laut sudah mulai jarang ditemukan di perairan Indonesia.

Terumbu Karang Labuan Bajo Terancam Rusak? | Breaktime
Aktivitas snorkeling dan free diving di Pink Beach Flores

Faktor lain yang menyebabkan kerusakan terumbu karang adalah meningkatnya industri pariwisata. Makin banyaknya wisatawan yang datang ke suatu destinasi tidak diimbangi dengan kesadaran pihak terkait sehingga menyebakan kerusakan terumbu karang.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Seribu Keunikan Upacara Labuhan Keraton Yogyakarta

Dilansir dari Antara, salah satu yang mengancam kehidupan terumbu karang adalah aktivitas kapal pengangkut wisatawan, seperti yang terjadi di Labuan Bajo. Kapal yang hilir mudik kerap sembarang membuang jangkar, bahkan menabrak terumbu karang.

Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan pihak-pihak yang serius mengawasi dan menerbitkan perizinan terhadap kelaikan kapal, kompetensi kapten kapal, dan kontrol lalu lintas kapal.

Terumbu Karang Labuan Bajo Terancam Rusak? | Breaktime
Pemandangan bawah laut di perairan Pink Beach Taman Nasional Komodo

Seiring populernya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata, makin banyak kapal wisata yang beroperasi di perairan Labuan Bajo, kebanyakan berlayar dari pelabuhan di Sumbawa, bahkan dari Bali. Kapal-kapal wisata itu mengantar wisatawan berkeliling ke pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo seperti Pulau Bidadari, Pulau Seraya, Pulau Sabolo, Pulau Kanawa, Pulau Sebayur, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kalong, dan lainnya.

Di tengah perjalanan, wisatawan dari kapal-kapal tersebut juga bisa menceburkan diri untuk menikmati keindahan bawah laut perairan Taman Nasional Komodo. Di kawasan ini juga terdapat banyak spot snorkeling dan diving.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Tips Liburan Hemat ke Labuan Cermin

Nah, karena banyaknya spot diving dan snorkeling, itu berarti sebagai wisatawan kita juga berperan penting dalam penyelamatan terumbu karang. Saat menyelam, tak seharusnya kita menyentuh atau menginjak-injak biota laut yang satu ini. Cukup hanya dengan memandangnya atau sesekali mengabadikan momen dengan bijaksana.

Well, apapun yang terjadi tetap saja ada peran wisatawan dan manusia lainnya yang memang sangat dekat dengan pantai dan lautan. Siapa sih yang tega merusak keindahan Indonesia? (zul)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE