Terbius Suasana Alam dan Panorama Pura Luhur Uluwatu
Terbius Suasana Alam dan Panorama Pura Luhur Uluwatu
06.05.2015

Sebagai pulau yang disucikan oleh umat Hindu, Bali memiliki ribuan pura yang tersebar hampir di tiap penjuru Pulau Dewata. Salah satu pura yang terkenal dengan keindahan alamnya adalah Pura Luhur Uluwatu. Bila kita amati dari peta, Pura Uluwatu letaknya berada di ujung "kaki" pulau Bali. Pura ini berada di atas sebuah tebing setinggi 90 meter dan di bawahnya merupakan hamparan laut lepas dengan ombak yang sangat besar.

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, sekitar 30 meter ke arah selatan dari Denpasar. Lokasi pura ini sangat terjangkau dari berbagai destinasi terkenal di Bali lainnya seperti Pantai Nusa Dua, Water Sport Tanjung Benoa, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Dreamland, dan Pantai Jimbaran.

Terbius Suasana Alam dan Panorama Pura Luhur Uluwatu

Oleh umat Hindu Bali, Pura Uluwatu dipercaya sebagai penyangga 9 mata angin atau Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual masyarakat Bali. Kata "Uluwatu" sendiri diambil dari bahasa sanskerta yang memiliki arti 'puncak batu', merujuk pada lokasi pura ini yang berada di puncak tebing batu.

Karena letaknya yang berada di area tebing yang tinggi, untuk sampai ke lokasi pura kita harus berjalan mendaki tangga batu. Bangunan pura menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke barat atau selatan.

Sebelum memasuki area pura, pengunjung wajib mengenakan pakaian khusus, yaitu sarung atau selendang berwarna ungu bagi mereka yang mengenakan rok atau celana di atas lutut. Kain penutup ini menyimbolkan penghormatan terhadap kesucian pura dan menghilangkan niat buruk dalam jiwa pengunjung pura.

Terbius Suasana Alam dan Panorama Pura Luhur Uluwatu

Suasana teduh dan alami langsung kita rasakan begitu memasuki area pura. Di sepanjang jalan tampak ratusan kera yang berkeliaran. Meski terlihat jinak, kera-kera ini seringkali "iseng" dengan menyerobot makanan atau barang bawaan pengunjung. Karena itu pengunjung diwanti-wanti untuk waspada pada bawaan mereka, seperti handphone, topi, dan kacamata.

Berkunjung ke pura ini tak hanya menikmati suasana religius Hindu Bali, tetapi juga keindahan hamparan biru Samudra Hindia dan hembusan angin yang sangat kencang. Bila datang pada sore hari dan cuaca cerah, Pura Uluwatu juga dikenal sebagai lokasi menikmati sunset yang indah dan romantis khas Bali.

Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung dapat menikmati pertunjukan Tari Kecak dengan latar belakang matarhari terbenam yang mempesona. Tari Kecak menceritakan penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana dari kisah Ramayana. 

How to get there

Pura Uluwatu berlokasi di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung. Perlu waktu kurang lebih satu jam dari Bandara Ngurah Rai untuk menuju lokasi ini. Wisatawan bisa ke Uluwatu dengan taksi atau sewa mobil dengan harga Rp 200.000 atau sewa motor seharga Rp 50.000 per hari. Untuk penginapan, tersedia mulai kelas homestay hingga bintang lima di kawasan Pecatu dan Badung.

Share This Article