Jejak Kesultanan Deli di Istana Maimun Medan | Breaktime
Telusur Jejak Kesultanan Deli di Istana Maimun Medan
24.03.2016

Berkunjung ke kota Medan kurang lengkap rasanya bila tidak singgah di Istana Maimun, kompleks istana yang megah dan memiliki nilai sejarah tinggi peninggalan Kesultanan Deli.
Istana Maimun merupakan salah satu ikon wisata Medan yang dibangun pada tahun 1988 oleh arsitek asal Belanda, TH Van Erp. Daya tarik bangunan ini terletak pada keunikan desain interiornya yang merupakan perpaduan berbagai unsur kebudayaan, yaitu Melayu, Islam, India, Italia, Belanda, dan Spanyol.
Bentuk jendela dan pintu yang tinggi dan lebar merupakan pengaruh dari arsitektur Belanda dan Spanyol. Adanya lengkungan pada atap menunjukkan pengaruh Islam. Lengkungan ini mirip pilar lengkungan Persia yang juga populer di Turki, Timur Tengah, dan India.

Jejak Kesultanan Deli di Istana Maimun Medan | Breaktime
Salah satu sudut ruangan lantai dua Istana Maimun Medan

Kompleks bangunan istana seluas hampir 3000 meter persegi ini dibangun pada masa keemasan Kesultanan Deli saat dipimpin Sultan Mahmud Al Rasyid. Istana ini memiliki dua lantai dengan tiang batu dan kayu sebagai penopang.
Bangunan utama istana terbagi menjadi tiga bagian, sementara luas halaman istana mencapai empat hektar. Bangunan istana menghadap arah utara, yakni Masjid Al Mashun atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Medan.
 

Jejak Kesultanan Deli di Istana Maimun Medan | Breaktime
Bangunan Istana Maimun kental dengan nuansa Melayu dan Arab

Pada salah satu bagian kompleks istana juga terdapat sebuah patung meriam yang konon merupakan jelmaan adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua. Menurut legenda, Sang Putri menjelma menjadi meriam saat terjadi perang antara kerajaan Aceh dan Melayu. Perang terjadi karena pinangan Raja Aceh ditolak oleh Putri Hijau.
Di dalam Istana Maimun, B'timers bisa melihat warisan Kesultanan Deli mulai dari kursi, lemari, meja, hingga aneka koleksi lainnya. Ada beberapa bagian dari perabotan tersebut yang tidak boleh diduduki atau dimasuki karena memiliki nilai historis yang sangat tinggi.
Pengunjung pun bisa menyewa pakaian adat Melayu dan pakaian Kesultanan Deli dengan cukup membayar Rp 10.000. Selain itu juga terdapat beberapa kios souvenir bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh dari Istana Maimun.

Jejak Kesultanan Deli di Istana Maimun Medan | Breaktime
Traveler bisa memakai pakaian adat khas Kesultanan Deli di Istana Maimun

Untuk memasuki Istana Maimun, pengunjung cukup membayar Rp 10.000 per orang. Berkunjung ke Istana Maimun, selain menikmati keindahan dan kemegahan bangunan istana, wisatawan juga bisa banyak belajar tentang budaya dan sejarah Kerajaan Deli.

Menuju Lokasi Istana Maimun Medan

Istana Maimun terletak di Jalan Brigadir Katamso, Medan. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di pusat kota dan hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari Masjid Raya Medan. Istana ini buka setiap hari, kecuali ada perayaan atau upacara khusus. (zul)

Share This Article