Sultan Ibrahim Building, Saksi Bisu Sejarah Johor Bahru | Breaktime
Sultan Ibrahim Building, Saksi Bisu Sejarah Johor Bahru
06.08.2015

Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur, Johor Bahru memiliki banyak bangunan bersejarah yang juga menjadi destinasi wisata.

Salah satu lokasi yang kerap menjadi tujuan wisatawan domestik maupun asing di Johor Bahru adalah Sultan Ibrahim Building atau dalam bahasa Melayu setempat disebut Bangunan Sultan Ibrahim. 

Gedung bersejarah yang merupakan bekas sekretariat negara bagian Johor di era kolonial ini terletak di Bukit Timbalan, sekitar 10 km dari JB Sentral, stasiun dan terminal utama yang menghubungkan Johor Bahru dengan Singapura dan kota-kota utama di Malaysia, seperti Kuala Lumpur dan Melaka.

Sultan Ibrahim Building yang dibangun antara tahun 1936 hingga 1939 ini menggabungkan arsitektur kolonial Inggris dan Melayu dengan desain Saracenic, yang membuatnya menjadi salah satu landmark kota Johor Bahru.

Sultan Ibrahim Building, Saksi Bisu Sejarah Johor Bahru | Breaktime
Tampak depan bangunan utama di Sultan Ibrahim Building

Pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Malaya saat Perang Dunia II, gedung ini digunakan sebagai basis pertahanan Tentara Kekaisaran Jepang yang dipimpin oleh Jenderal Yamashita Tomoyuki. Saat itu, lokasi ini digunakan tentara Jepang untuk mengawasi gerak-gerik Inggris dan Sekutu serta merencanakan invasi ke Singapura.

Sultan Ibrahim Building merupakan bangunan tertinggi di Johor Bahru pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Malaysia. Pada akhirnya, bangunan ini tersaingi ketinggiannya oleh Menara Merlin yang dibangun pada tahun 1970-an.

Sultan Ibrahim Building, Saksi Bisu Sejarah Johor Bahru | Breaktime
Bangunan bersejarah di Johor Bahru ini merupakan peninggalan era colonial Inggris

Pada era modern, bangunan ini sempat digunakan sebagai gedung sekretarian pemerintahan dan kantor pejabat sekelas Menteri hingga tahun 2009. Kantor-kantor pemerintahan ini kemudian dipindahkan ke Kota Iskandar, kawasan lainnya di Johor Bahru, sementara Sultan Ibrahim Building dialihfungsikan sebagai museum.

Sebagai tempat bersejarah, penjagaan di sekitar Sultan Ibrahim Building ini cukup ketat. Namun bagi wisatawan yang berkunjung ke sini tak perlu khawatir karena tinggal meminta izin kepada penjaga di gerbang utama untuk berfoto di sekitar Sultan Ibrahim Building.

Sultan Ibrahim Building, Saksi Bisu Sejarah Johor Bahru | Breaktime
Meriam peninggalan Inggris dipajang di bagian depan bangunan utama

Untuk menuju lokasi ini, wisatawan bisa naik taksi atau bus umum di JB Sentral dengan waktu perjalanan kurang lebih 15 sampai 25 menit. Bila ingin hemat, wisatawan juga bisa berjalan kaki dari JB Sentral kurang lebih 45 menit sambil menikmati suasana Johor Bahru yang cukup mirip dengan beberapa kawasan di Singapura, seperti Little India dan Kallang.

Share This Article