Sejarah Khmer di dalam Museum Nasional Kamboja | Breaktime
Sejarah Khmer di dalam Museum Nasional Kamboja
15.11.2016

Bagi B'timers penggemar museum dan benda-benda peninggalan bersejarah, tentu tak akan melewatkan National Museum of Cambodia saat berkunjung ke ibukota Kamboja, Phnom Penh. Museum Nasional merupakan museum terbesar di Kamboja. Di dalamnya menyimpan koleksi terbanyak dari Kerajaan Khmer berupa patung, keramik, perunggu, dan benda-benda etnografi lainnya.

Museum ini memiliki lebih dari 14 ribu koleksi. Bangunan utama museum ini identik dengan warna dominan merah tua, dengan bentuk ukiran bermotif Kamboja serta nuansa Thailand. Museum yang dibangun pada tahun 1917 sampai 1924 ini terinspirasi oleh arsitektur candi-candi Khmer.

Sejarah Khmer di dalam Museum Nasional Kamboja | Breaktime
Taman di area dalam museum menawarkan sentuhan menenangkan

Selama era kekuasaan rezim Khmer Merah pada tahun 1975 sampai 1979, museum ini terbengkalai, sebagian atap dan bangunan rusak, bahkan menjadi sarang kelelawar. Banyak koleksi museum yang hancur dan hilang dicuri. Museum kemudian direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 1979, namun sebagian besar pegawai museum kehilangan nyawa selama rezim Khmer Merah.

Museum Nasional Kamboja saat ini fokus untuk meningkatkan pengetahuan dan melestarikan tradisi budaya Kamboja. Selain itu museum ini memiliki misi sebagai faktor kebanggaan dan identitas bagi bangsa Kamboja.

Sejarah Khmer di dalam Museum Nasional Kamboja | Breaktime
Semua peninggalan Kerajaan Khmer bisa Anda saksikan di museum ini

Museum ini juga melayani fungsi keagamaan, terutama sebagai pusat pembelajaran koleksi penting Budha dan Hindu, meskipun museum ini tidak diperuntukkan sebagai tempat ibadah. Sejumlah pameran yang didukung oleh UNESCO kerap digelar di museum ini.

Untuk menyusui bagian dalam museum, wisatawan tinggal mengikuti jalur atau rute mulai dari pintu masuk, ruang pameran, hingga taman di dalam museum dengan berbagai tanaman dan ikan hias di dalam kolam.

Sejarah Khmer di dalam Museum Nasional Kamboja | Breaktime
Sempat terbengkalai pada tahun 70-an, namun kembali bangkit

Jam buka museum ini setiap hari dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Harga tiket masuk sebesar 5 USD untuk wisatawan asing lengkap dengan audio, sementara warga lokal Kamboja, cukup membayar 500 Riel. Panduan audio tersedia dalam bahasa Khmer, Inggris, Perancis, dan Jepang.

Foto dan video tidak diperbolehkan di dalam museum, namun bisa dilakukan di area luar museum (taman dalam dan taman depan). Tersedia tempat penjualan souvenir museum berupa buku, kartu pos, dan patung replika. (za)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE