Royal Palace, Kembaran Grand Palace Thailand | Breaktime
Royal Palace Kamboja, Kembaran Grand Palace Thailand
13.11.2016

Ibukota Kamboja, Phnom Penh, terkenal dengan bangunan kuil-kuil dan pagoda Buddha serta istana raja yang sepintas mengingatkan kita pada ibukota Thailand, Bangkok. Memang, beberapa tempat di Phnom Penh terlihat sangat mirip dengan bangunan-bangunan bersejarah di Bangkok. Kemiripan budaya, sejarah, dan kepercayaan membuat Phnom Penh ibarat sister city dari Bangkok.

Salah satu tempat di Phnom Penh yang membuat kita langsung teringat pada Bangkok adalah Royal Palace. Bangunan ini memiliki bentuk, fungsi, dan struktur yang sepintas kurang lebih sama dengan Grand Palace di ibukota Thailand.

Royal Palace, Kembaran Grand Palace Thailand | Breaktime
Halaman depan Royal Palace yang cukup luas untuk berbagai kegiatan negara

Royal Palace terletak sejajar dengan Silver Pagoda, berada tepat di depan sungai Mekong yang selama ratusan tahun telah menjadi pusat denyut nadi ibu kota Kamboja ini. Sisihkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam untuk menelusuri tiap sudut bangunan istana kerajaan ini.

Hampir seluruh bangunan utama Royal Palace dan Silver Pagoda menghadap ke timur, sehingga waktu terbaik untuk berkunjung ke tempat ini adalah pagi sampai siang hari. Wisatawan bisa menggunakan jasa guide yang fasih berbahasa Inggris, Mandarin, dan sebagian kecil bisa berbahasa Melayu.

Selain menjadi kediaman keluarga kerajaan, Royal Palace juga menjadi tempat berbagai upacara kerajaan dan kenegaraan. Karena itu, pada hari-hari tertentu, wisatawan tidak bisa masuk ke dalam area istana karena sedang ada upacara kenegaraan.

Royal Palace, Kembaran Grand Palace Thailand | Breaktime
Di masa Khmer Merah, bangunan ini sempat terbengkalai

Seluruh bangunan Royal Palace dan Silver Pagoda pernah ditutup sekitar tahun 70an ketika rezim Khmer Merah berkuasa di Kamboja (1975-1979), kemudian berlanjut dengan rezim komunis pada tahun 1980an. Pada tahun 1993, Royal Palace kembali dibuka ketika sistem kerajaan kembali berkuasa di Kamboja.

Bangunan utama yang terlihat dari taman di luar area istana adalah Preah Tineang Chanchaya atau Chanchaya Pavilion. Yang identik dengan bangunan ini adalah atap bergaya Thailand dan foto besar Raja Norodom.

Sementara itu bangunan utama di bagian dalam istana adalah Preah Tineang atau The Throne Hill. Bangunan ini semacam aula utama bagi Raja saat menerima tamu kebangsaan atau pertemuan kenegaraan. Wisatawan tidak bisa masuk ke dalam gedung ini, tapi masih bisa berfoto di bagian luar gedung.

Royal Palace, Kembaran Grand Palace Thailand | Breaktime
Arsitektur Royal Palace sama seperti Grand Palace Thailand

Memasuki area dalam bangunan istana, terdapat Hor Samran Phirun yang identik dengan taman pisang kipas. Di dalam bangunan ini terdapat sejumlah souvenir dari kerajaan dan negara-negara sahabat. Salah satu bangunan di dalam Royal Palace diberi nama "Napoleon III Pavilion". Nama ini untuk menghormati Puteri Eugenie, istri dari Napoleon III, yang berkunjung ke kerajaan pada tahun 1869.

Tepat di sisi selatan Royal Palace terdapat bangunan bersejarah lainnya, yaitu Silver Pagoda. Wisatawan tidak dipungut biaya untuk masuk ke area Silver Pagoda karena berada "satu paket" dengan Royal Palace. Silver Pagoda masih aktif digunakan untuk acara keagamaan negara, sehingga wisatawan diwajibkan memakai baju tertutup dan celana panjang saat berkunjung ke tempat ini.(za)

Lokasi: The Royal Palace dan Silver Pagoda, Sothearos Blvd. between Streets 240 & 184, Preah Reach Veang

Jam buka: 08.00 - 11.00, dan 14.00 - 15.00 (jam 11 sampai 2 siang tutup)

Tiket masuk: 6,5 USD atau sekitar RP 85.000,- per orang



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE