Rekaman Jejak Pahlawan Dalam Gedung Joang ‘45
Rekaman Jejak Pahlawan Dalam Gedung Joang ‘45
06.01.2017

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya. Anda tentu cukup akrab dengan kalimat tersebut, bukan? Dan tentu saja pepatah tersebut menyimpan kebenaran, terutama jika Anda mengingat bahwa kehidupan yang Anda nikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan nyawa, keringat, dan air mata dari pahlawan-pahlawan tertentu. Dan hanya dengan mempelajari rekam jejak perjuangan para pahlawan-lah Anda dapat lebih bersyukur dengan kemerdekaan yang Anda peroleh dan memotivasi Anda untuk menyumbangkan pengetahuan dan energi Anda untuk negeri tercinta.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak museum-museum perjuangan yang didirikan khusus untuk merawat benda-benda peninggalan para pahlawan di masa lalu serta sebagai sarana informasi mengenai perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Dan apabila Anda sedang berada di Jakarta, Anda dapat mengunjungi salah satu museum perjuangan di ibu kota, yaitu Gedung Joang ’45.

Gedung Joang ’45 terletak di Jl. Menteng Raya 31 Kelurahan Kebon Sirih Jakarta Pusat. Gedung museum ini sempat mengalami pemugaran sebelum pada akhirnya diresmikan oleh mendiang mantan presiden Soeharto. Di dalam museum ini, Anda dapat melihat berbagai macam foto-foto yang mendokumentasikan peristiwa bersejarah pada masa sebelum dan sesudah pemuda-pemudi Indonesia merebut kemerdekaan dari Jepang. Selain itu terdapat juga berbagai macam patung dan lukisan tokoh-tokoh besar, serta artefak-artefak seperti baju bertempur, tandu Jenderal Sudirman, seragam anggota PMI wanita, dan lain sebagainya. 

Arsitektur gedung ini benar-benar khas Belanda!
Arsitektur gedung ini benar-benar khas Belanda!

Gedung museum ini sendiri memiliki napak tilas sejarah yang cukup panjang. Pada awalnya, gedung ini merupakan bangunan hotel yang dibangun oleh seorang pengusaha Belanda yang dikhususkan untuk kaum konglomerat Belanda dan pejabat pribumi Indonesia, dan dinamakan Hotel Schomper 1. Hotel tersebut pun beralih fungsi menjadi asrama dan tempat pendidikan nasionalisme pada masa kependudukan Jepang yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh intelektual Indonesia, termasuk di dalamnya mendiang Ir. Soekarno dan mendiang Drs. Moh. Hatta. Dan pada akhirnya, pada tahun 1974 gedung ini resmi dijadikan sebagai gedung museum hingga sekarang.

Nah, bagi Anda yang berminat untuk mengajak anak-anak Anda berkunjung ke Gedung Joang ’45, Anda dapat mengunjunginya pada hari Selasa hingga Minggu mulai dari jam 09.00-15.00. Dan untuk mengakses kawasan museum, Anda hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp 2.000,- untuk orang dewasa, Rp 1.000,- untuk mahasiswa, dan Rp 600,- untuk anak-anak. Sangat terjangkau, bukan? (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE