Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa | Breaktime
Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa
22.05.2015

Danau Air Asin Di Pulau Satonda

Provinsi Nusa Tenggara Barat dianugerahi wilayah dengan banyak pulau-pulau kecil nan indah yang tersebar di sekitar Pulau Lombok dan Sumbawa. Salah satunya adalah Pulau Satonda.

Pulau Satonda merupakan pulau vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1000 meter pada jutaan tahun lalu. Lokasi pulau ini berada di utara Pulau Sumbawa dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Dompu. (Baca juga: Pantai Kuta Lombok)

Lokasi pulau yang memiliki danau di tengahnya ini berjarak sekitar 30 kilometer dari puncak Gunung Tambora, gunung api yang pernah meletus dahsyat dua abad lalu. Letusan Tambora pada 15 April 1815 telah mengakibatkan kerusakan lapisan ozon dan perubahan iklim hingga ke Eropa.

Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa

Selain terkenal di kalangan para pendaki Gunung Tambora, Pulau Satonda juga terkenal di kalangan traveler yang melakukan sailing trip dari Bali dan Lombok menuju Flores, tepatnya di kawasan Kepulauan Komodo. Pulau ini ibarat tempat singgah untuk menikmati keindahan alam, pantai, dan bawah lautnya.

Daya tarik utama di Pulau Satonda adalah danau air asin yang hanya berjarak 200 meter dari tepi pantai. Konon kadar keasinan air di Danau Satonda dua kali lebih besar daripada air laut, sehingga tanpa berenang pun kita bisa mengambang dan tak tenggelam di permukaan danau.

Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa

Danau ini diyakini merupakan bekas kawah gunung api purba yang berusia lebih tua dari Gunung Tambora dan meletus ribuan tahun lalu. Awalnya Danau Satonda merupakan danau air tawar seperti kebanyakan danau di tengah pulau lainnya, namun letusan Tambora mengakibatkan tsunami dan mengubahnya menjadi danau air asin.

Karena kadar keasinannya yang cukup tinggi, tidak banyak jenis ikan atau biota air lainnya yang hidup di danau ini. Hanya beberapa jenis ikan kecil dan alga atau semacam lumut yang tumbuh pada bebatuan di tepi danau. Kondisi air danau cukup hangat, dengan temperatur di atas 30 derajat celcius pada musim kemarau.

Di tepian danau kita bisa melihat beberapa jenis batuan digantungkan pada dahan dan ranting pohon, konon batu-batu tersebut sengaja digantung oleh penduduk pribumi Sumbawa yang kemudian diikuti oleh wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Batu-batu tersebut mewakili doa dan harapan yang dipercaya bakal terkabul.

Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa

Tak hanya di danau, kawasan pantai Pulau Satonda juga menjadi daya tarik dengan pasir putihnya serta taman bawah laut yang landai di bagian timur dan selatan. Terumbu karang serta beragam jenis dan ukuran ikan laut bisa kita nikmati dengan snorkeling tak jauh dari garis pantai pulau vulkanis ini.

Meski tak berpenghuni, namun pulau ini memiliki beberapa penginapan cottage tepi pantai yang bisa disewa bagi wisatawan yang ingin bermalam di pulau ini. Juga terdapat toilet dan tempat bilas bagi mereka yang selesai aktivitas laut seperti snorkeling dan diving. Bawa bekal makanan dan minuman secukupnya serta pakaian ganti bila berkunjung ke pulau ini.

How to get there

Pulau Satonda, Danau Air Asin dan Bawah Lautnya Istimewa

Ada beberapa jalur untuk menuju Pulau Satonda. Yang pertama adalah dengan jalur darat dari Kabupaten Dompu, tepatnya di Desa Nangamiro. Lokasi desa ini kurang lebih empat sampai lima jam dari Dompu, dan delapan jam dari Sumbawa Besar. Dari pelabuhan Nangamiro, perjalanan dilanjutkan dengan sewa perahu motor selama kurang lebih satu jam.

Alternatif lainnya yang sering dipakai wisatawan menuju Pulau Satonda adalah dengan paket perjalanan Sail Komodo dari Bali atau Lombok menuju Flores. Pulau Satonda bisa dipastikan menjadi salah satu destinasi di awal perjalanan, selain Pulau Moyo yang lokasinya sekitar satu setengah jam dari Satonda.

Share This Article