Omah Kayu,Tinggal di Atas Pohon Kota Wisata Batu | Breaktime
Omah Kayu, Sensasi Tinggal di Atas Pohon Kota Wisata Batu
02.06.2016

Kota Wisata Batu di Jawa Timur terkenal dengan sejumlah obyek wisata bernuansa alam berupa pegunungan dan bukit-bukit. Salah satu destinasi alam yang bisa dikunjungi B'timers saat berlibur ke Kota Wisata Batu adalah Omah Kayu.

Lokasi Omah Kayu bersebelahan dengan wisata Paralayang Gunung Banyak, sekitar 30 menit dari alun-alun Kota Wisata Batu dan mudah diakses dari sejumlah tempat wisata lain yang lebih dulu terkenal di kawasan ini seperti Jatim Park, Museum Angkut, Batu Night Spectacular, dan Air Terjun Coban Rondo.

Sesuai namanya, Omah Kayu (dalam bahasa Indonesia berarti Rumah Kayu) adalah tempat wisata dengan obyek utama adalah sejumlah rumah yang terbuat dari kayu. Uniknya, rumah-rumah kayu ini berada di ketinggian, di antara lereng bukit dan pohon pinus, serta menghadap ke Kota Wisata Batu yang berada di lereng gunung Panderman.

Omah Kayu,Tinggal di Atas Pohon Kota Wisata Batu | Breaktime
Suasana di salah satu sudut Omah Kayu

Luas tiap bangunan Omah Kayu sekitar 5 x 4 meter, termasuk dengan teras kecil yang juga terbuat dari bahan kayu eukaliptus yang bagus dan kuat. Untuk dindingnya memakai papan kayu pinus yang disusun rapat sehingga penghuninya akan merasa hangat saat bermalam di sini, sementara atapnya memakai bahan dari ijuk.

Berada di Omah Kayu ini B'timers bisa menikmati keindahan Kota Wisata Batu dengan jelas, baik itu di pagi dan siang hari maupun malam hari. Periode terbaik untuk berkunjung ke lokasi ini adalah sekitar bulan April sampai Oktober, dimana cuaca pada siang dan sore hari relatif cerah. Hindari berkunjung pada saat akhir pekan karena lokasi ini sangat ramai oleh wisatawan yang juga ingin menikmati Paralayang.

Omah Kayu,Tinggal di Atas Pohon Kota Wisata Batu | Breaktime
Dua paralayang sedang beraksi di Bukit Banyak, tak jauh dari Omah Kayu

Terdapat enam sampai delapan unit rumah kayu di lokasi ini, dengan tambahan empat sampai enam balkon yang juga terbuat dari kayu. B'timers bebas memilih unit rumah atau balkon kayu mana yang akan disinggahi, selama belum ditempati oleh wisatawan lain. Namun saat kondisi cukup ramai, pengunjung dibatasi sekitar sepuluh sampai lima belas menit di rumah kayu untuk memberi kesempatan kepada yang lain.

Untuk berpindah dari satu unit rumah kayu ke rumah kayu yang lain, pengunjung tinggal mengikuti jalan setapak yang telah disusun sedemikian rupa beserta tangga yang terbuat dari batang bambu dan tanah liat. Berhati-hatilah saat musim hujan karena kondisi cukup licin.

Omah Kayu,Tinggal di Atas Pohon Kota Wisata Batu | Breaktime
Waktu terbaik menikmati Omah Kayu adalah pagi sampai siang hari

Tiap pengunjung yang masuk area Omah Kayu dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 dan sudah bisa bebas berfoto dan berjalan-jalan di sekitar lokasi Omah Kayu. Sementara itu B'timers yang ingin menginap di lokasi unik ini bisa menghubungi pengelola dengan harga per malam sekitar Rp 350 ribu sampai Rp 450 ribu. (ZA)

Share This Article