Museum Tertua Indonesia, Radya Pustaka Surakarta | Breaktime
Museum Tertua Indonesia, Radya Pustaka Surakarta
04.09.2016

Tahu tidak, museum apa yang paling tua di Indonesia? Terletak di Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Sriwedari, Museum Radya Pustaka Surakarta merupakan museum tertua yang ada di Indonesia, lho, B’timers. Dulu didirikan oleh KRA Sosrodiningrat IV, tanggal 28 Oktober 1890 pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono IX. Yuk, simak sejarah singkat dari museum tertua ini, B’timers!

Museum Tertua Indonesia, Radya Pustaka Surakarta | Breaktime
Ruangan yang menyimpan koleksi keramik

Mengulik sekilas sejarah Radya Pustaka Surakarta

Awalnya Museum Radya Pustaka Surakarta dibangun di dalem Kepatihan. Namun pada tanggal 1 Januari 1913 gedung museum dipindahkan di Jalan Slamet Riyadi. Pada masa itu, gedung museum merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar, B’timers. Keunikan dari museum ini adalah, tidak berada di bawah naungan Dinas Purbakala maupun Dinas Pariwisata, lho.

Ya, Museum Radya Pustaka justru memiliki status yayasan, bernama Yayasan Paheman Radyapustaka Surakarta yang dibentuk pada 1951. Jika Anda melangkah dari halaman depan, maka akan tampak satu patung dada R. Ng. Rangga Warsita, seorang pujangga keraton Surakarta yang sangat masyhur di abad ke-19. Di bagian depan dan belakang patung terdapat prasasti dari bahasa Jawa.

Museum Tertua Indonesia, Radya Pustaka Surakarta | Breaktime
Berkenalan dengan berbagai wayang di Surakarta

Koleksi yang tersimpan di Museum Radya Pustaka

Anda bisa menikmati ebrbagai macam koleksi yang terdiri dari berbagai arca, pustaka adat, wayang kulit dan buku-buku kuno. Koleksi buku kuno yang paling banyak dicari di antaranya adalah Wulang Reh yang merupakan karangan dari Pakubuwono IV. Isinya mengenai petunjuk pemerintahan. Dan koleksi lainnya yang juga dicari adalah Serat Rama karangan Yasadipura I, tentang wiracarita Ramayana.

Di kamar bagian barat museum, terdapat sebuah patung kepala raksasa yang terbuat dari kayu. Inilah satu hasil karya dari Pakubuwono V ketika masih seorang putra mahkota. Dan patung ini sebenarnya ada dua, B’timers. Namun yang lain disimpan di Keraton Surakarta. Hingga kini patung tersebut masih dianggap keramat dan tak terlewatkan untuk diberikan persembahan.

Liburan ke Museum Radya Pustaka Surakarta sambil belajar sejarah, ternyata seru juga, ya, B’timers! (NO)

Share This Article