Museum Satriamandala; Museum Favorit Anak-Anak
Museum Satriamandala; Museum Favorit Anak-Anak
07.01.2017

B’Timers, sebagai orang dewasa tentu Anda telah mengetahui sebagian atau seluruh sejarah republik Indonesia beserta sosok-sosok bersejarah yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Dan sudah seharusnya, Anda mengajarkan semangat cinta tanah air dan patriotisme yang dimiliki oleh para pahlawan dan prajurit yang menjaga keutuhan negara kepada generasi muda, salah satunya adalah pada anak-anak Anda.

Dan terutama bagi anak laki-laki, melihat peninggalan-peninggalan para pahlawan seperti perlengkapan perang seperti kendaraan tank tempur adalah hal yang sangat menyenangkan dan tentunya berkesan. Nah, di Museum Satria Mandala, Anda dapat mengajak anak-anak Anda untuk mengenal lebih dekat sejarah tentang dunia ketentaraan sekaligus melihat-lihat koleksi senjata yang digunakan oleh para tentara untuk memperebutkan kemerdekaan.

Di museum ini, Anda tidak hanya dapat menyaksikan berbagai macam koleksi senjata saja, tetapi Anda juga dapat menyaksikan koleksi pesawat tempur serta pesawat yang digunakan untuk tujuan lain, seperti pesawat penyemprot pestisida untuk mengatasi hama, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat juga berbagai macam mobil-mobil tank, dan mobil lapis baja kuno yang lain, yang menariknya Anda dapat menyentuh dan menaiki beberapa dari mobil tersebut. Selain itu, terdapat juga replika kapal perang milik RI yang legendaris, yaitu Kapal Macan Tutul dimana versi aslinya tenggelam jauh di kedalaman Laut Arafura.  

Ini replika kapal macan tutul yang terkenal!
Ini replika kapal macan tutul yang terkenal!

Museum Satriamandala juga menyimpan berbagai macam benda-benda pribadi milik mendiang panglima besar Jendral Sudirman seperti pakaian seragam, jaket, tongkat, berbagai macam medali, hingga surat kematian dan tandu yang digunakan oleh sang jenderal besar dalam memimpin pertarungan. Anak-anak Anda juga dapat melihat diorama-diorama yang menggambarkan keadaan perang antara rakyat Indonesia melawan penjajah lengkap dengan penjelasan yang cukup lugas dan mudah dimengerti.

Sayangnya, walaupun museum ini menyimpan berbagai macam jejak-jejak sejarah yang sangat penting untuk memperkaya pengetahuan, museum ini cenderung sangat sepi dan hanya dikunjungi oleh peserta studi tur. Padahal, biaya yang dikenakan untuk pengunjung museum tergolong sangat terjangkau. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 2.500,- per orang, sedangkan bagi mahasiswa dan pelajar sekolah hanya dikenakan biaya sebesar Rp 1.500,- saja. (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE