Menikmati Senja dan Ikan Bakar Istimewa di Danau Tondano | Breaktime
Menikmati Senja dan Ikan Bakar Istimewa di Danau Tondano
29.04.2015

Tak ada habisnya membicarakan keindahan destinasi wisata di Manado. Selain pantai dan dasar lautnya yang sudah terkenal, kawasan ini juga memiliki obyek wisata alam yang tak kalah indahnya, yaitu Danau Tondano.

Danau terbesar dan terluas di provinsi Sulawesi Utara ini pantang terlewatkan bila B'timers jalan-jalan ke sekitar Manado. Danau Tondano terletak sekitar 3 kilometer dari Tomohon atau 30 kilometer dari pusat kota Manado.

Terletak di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, Danau Tondano memang identik dengan suasana pegunungan. Tak salah memang, karena danau seluas 4.278 hektar ini berada di tengah-tengah Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang.

Menikmati Senja dan Ikan Bakar Istimewa di Danau Tondano

Lokasi danau ini sangat mudah diakses karena dilingkari jalan provinsi yang menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan. Danau Tondano sendiri berada di antara dua kabupaten, yakni Tomohon dan Kawangkoa.

Di sepanjang jalan menuju Tondano dari arah Tomohon, kita akan melewati karamba-karamba ikan di tepian danau, tambak, aktivitas nelayan membersihkan eceng gondok, dan restoran-restoran dengan menu khas ikan bakar. Jalan ini juga merupakan akses menuju Bukit Kasih dan terkenal sebagai jalan wisata di antara Tomohon dan Minahasa.

Menikmati Senja dan Ikan Bakar Istimewa di Danau Tondano

Danau Tondano juga merupakan danau penghasil ikan tawar terbesar di Sulawesi Utara, seperti ikan mujair, pior/kabos, payangka wiko (udang kecil), nikesepat siang (arwana), tawes, pongkor, bontayan, lobster hitam, dan gurami kupu-kupu. Di danau ini juga terdapat ikan khas Tondano yang memiliki nilai komoditi tinggi, yakni ikan marbel goby atau biasa disebut ikan betutu.

Hampir sama dengan Danau Toba di Sumatera Utara yang memiliki Pulau Samosir di tengah-tengahnya, Danau Tondano pun memiliki Pulau Likri. Meski tak sebesar Pulau Samosir, Pulau Likri dianggap sakral oleh warga sekitar. Pulau ini tidak berpenghuni dan dari jauh tampak seperti kumpulan rumput yang mengambang di tengah-tengah birunya perairan Tondano.

Karena terbentuk dari aktivitas vulkanis, bagian bawah Danau Tondano masih menyimpan kandungan sulfur. Bila kadar sulfur meningkat, kondisi ini kerap dikeluhkan para petambak karena bisa mengancam kelangsungan hidup ribuan ikan di keramba. Hal ini dituturkan sendiri oleh Aryo, salah seorang petambak yang sudah sepuluh tahun mengelola tambak di Danau Tondano.

Menikmati Senja dan Ikan Bakar Istimewa di Danau Tondano

Aryo memiliki puluhan petak tambak ikan mujaer dan gurami dengan satu petaknya bisa terisi sekitar 3000 sampai 5000 ekor. Hasil tambak milik Aryo, dan tambak-tambak lainnya di Danau Tondano, merupakan komoditi bernilai tinggi untuk memenuhi pasar ikan tawar Sulawesi Utara. Bahkan, hasil ikan dari Tondano ini juga dipasarkan sampai Palu dan Makassar.

Tak hanya pintar mengelola tambak ikan, Aryo pun handal mengolah ikan bakar khas Manado. Cara pembakaran ikan yang masih segar dari tambak pun cukup unik, dibakar dengan arang dari batok kelapa, ditambah sambal khas Manado, membuat suasana santap ikan bakar jelang senja di Danau Tondano menjadi pengalaman kuliner tak terlupakan.

How to get there

Dari kota Manado, kita bisa naik angkutan umum atau sewa kendaraan menuju Tomohon, kemudian dilanjutkan perjalanan sekitar 20 menit menuju Danau Tondano. Juga terdapat angkutan umum dari Tomohon ke Tondano, menuju arah Minahasa. Di sekitar area danau, pengunjung bisa sewa perahu untuk berkeliling danau dengan tarif sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk 10 orang.

Share This Article