Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalsel | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Mengunjungi Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan
04.01.2016

Kota Tanjung merupakan ibukota kabupaten Tabalong yang ada di propinsi kalimantan Selatan. Untuk bisa sampai ke kota ini perlu waktu 7 jam dari kota Banjarmasin melalui jalur darat. Topografi wilayah Tanjung sebagian besar berupa pegunungan dan bukit. Di beberapa tempat pelosok seperti desa banyak dihuni oleh suku Dayak. Jika B’timers kebetulan sedang berada di kota Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan dan ingin melakukan perjalanan wisata, berikut beberapa tempat menarik dan kegiatan wisata yang bisa Anda lakukan.

Trekking ke Pegunungan Meratus

Kalimantan memang terkenal dengan banyaknya daerah hutan dan pegunungan yang masih asri dan hijau. Kota Tanjung dekat dengan pegunungan Meratus yang berada di sepanjang bagian selatan hingga utara wilayah Kalimantan. Disekitar pegunungan Meratus terdapat sebuah desa bernama Pangelak yang dihuni oleh suku Dayak Deah dan Suku Bukit. Untuk dapat mencapai desa yang ada di sekitar pegunungan, biasanya harus ditempuh dengan berjalan kaki (Trekking) karena keterbatasan jalur transportasi dan medan yang sulit dilalui oleh kendaraan. Menikmati pemandangan hutan serta udara segar pegunungan akan sangat menarik bagi Anda yang hobi traveling dengan trekking. 

Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalsel | Breaktime
Mempelajari adat budaya untuk permainan tradisional

Mempelajari Adat Budaya Suku Dayak

Setiap tempat pasti memiliki adat budaya yang berbeda-beda, apalagi jika tempat tersebut masih terjaga dari pengaruh luar. Suku-suku di pedalaman Kalimantan sebagian masih memegang erat adat budaya nenek moyang seperti suku Dayak. Suku Dayak sebenarnya banyak memiliki rumpun, jadi tidak hanya terdiri satu saja. Di daerah Tabalong, Dayak Deah yang banyak menghuni daerah sekitar pegunungan Meratus merupakan suku dayak dari rumpun Ot Danum (Rumpun Barito Raya). Mereka mempercayai bahwa suku Dayak Deah merupakan berasal dari migrasi daerah Kutai Kartanegara yang terdapat di Kalimantan Timur. Kurang lebih, saat ini terdapat 34.000 jiwa suku Dayak Deah yang masih bertahan.

Mengunjungi desa-desa yang dihuni oleh suku Dayak sangat menarik karena dapat menambah wawasan tentang keberagaman dan adat istiadat budaya setempat. Umumnya suku Dayak sangat baik jika kita dapat berperilaku baik dan sopan, namun jangan sekali-kali melakukan kejahatan kepada mereka karena mereka tidak segan-segan untuk membalas. 

Baca juga tentang: Mengintip Fakta "Keperawanan" Suku Sasak Yang Menakjubkan

Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalsel | Breaktime
Arak-arakan keliling kampung setempat

Menikmati Tarian Adat

Pada acara-acara tertentu, seringkali diadakan pegelaran seni dan budaya oleh suku Dayak berupa tari-tarian adat setempat seperti tari Gintur, tari Giring-giring, tari Naik Manau dan Tari Balian. Para penari dilengkapi dengan pakaian adat yang khas dan unik sehingga sangat menarik saat dipadukan dengan gerakan tari gemulai dan musik yang mengiringi.

Wisata Kuliner

Tak lengkap rasanya jika saat traveling mengunjungi tempat-tempat wisata tanpa dibarengi wisata kuliner. Di desa Pangelak, anda bisa menikmati masakan khas suku Dayak Deah. Beberapa masakan khas merupakan warisan dari leluhur yang terus diturunkan dari generasi ke generasi sehingga tetap terjaga. Kuliner khas tersebut diantaranya Selasak Esa yakni ikan sungai yang dimasak dengan menggunakan bambu, lotto adalah lontong nasi yang pembungkusnya menggunakan daun Batu, Ketupang merupakan sejenis ikan yang di pepes dalam upih, serta sambal jagung. Membayangkannya saja sudah membuat perut menjadi lapar, B’timers tertarik mencoba kuliner khas ini?

Jangan ragu untuk berkunjung ke Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pemerintah setempat mengadakan Tabalong Ethnic Festival setiap setahun sekali, acara ini merupakan pagelaran budaya meliputi seni tari, kuliner, pawai budaya, dll.

Baca juga tentang: UNIK! Ini Makanan Khas Yang Dihidangkan Diatas Piring Berwarna Biru

Desa Dayak Pangelak, Tanjung Tabalong Kalsel | Breaktime
Berinteraksi dengan anak-anak Dayak Pangelak

Tips dan Trik Memotret dengan Teknik Fotografi Human Interest:

  • Tidak ada aturan baku dalam memotret human interest, tetapi ada yang kita harus pahami sebelum memotret objek manusia.
  • Foto human interest yang baik adalah dapat menceritakan suatu cerita, menunjukkan hubungan atau mengandung inspirasi bagi yang melihat.
  • Foto human interest bisa objek manusia apa saja, baik anak-anak, orang tua, atau bahkan teman kita.
  • Sebuah foto human interest tanpa pesan akan terasa hampa, dan tidak memberikan manfaat bagi yang melihat.
  • Dalam banyak kasus, menyampaikan pesan dalam foto tidak sulit. Kita hanya harus berpikir sebelum memencet shutter.
  • Tanya pada diri sendiri, apa yang kita inginkan dalam foto tersebut, setelah itu baru memotret.
  • Ketika memotret anak kecil, beberapa fotografer hanya mengambil candid tanpa berinteraksi dengan mereka.
  • Hubungan dan komunikasi yang baik bisa menciptakan interaksi yang baik sehingga membangkitkan karakter dalam foto.
  • Buatlah lingkungan merasa nyaman dengan kehadiran kita. Foto human interest biasanya akan lebih alami terlihat saat mereka nyaman.
  • Untuk memotret outdoor dilakukan pada pagi dan sore hari, saat kualitas cahaya matahari tidak terlalu terik.
  • Pahami kamera Anda, bacalah manual dan pelajari penggunaan kamera secara optimal.
  • Terkadang banyak momen bagus terlewat hanya karena kita tidak memahami kamera kita.
  • Memotret foto human interest sangat menyenangkan. Karena itu ambilah banyak foto untuk diabadikan.

Nah, B’timers, sudah siap menjelajah Desa Dayak Pangelak? (BK)

Share This Article