Mengintip Kota Mati, Desa Simacem Kaki Sinabung | Breaktime
Mengintip Kota Mati, Desa Simacem Kaki Sinabung
05.09.2016

Gunung Sinabung yang sempat menggila ternyata masih menyimpan begitu banyak keindahan alam nan mempesona, lho, B’timers! Alam yang begitu lestari dan jauh dari kesibukan daerah perkotaan. Dan satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Desa Simacem Simalem di tanah Karo. Untuk mencapainya bisa melalui daerah Berastagi dan Kabanjahe. Intip seperti apa pesona yang bersembunyi di balik Kota Mati Sinabung, yuk, B’timers!

Mengintip Kota Mati, Desa Simacem Kaki Sinabung | Breaktime
Kota tak berpenghuni menjadi Kota Mati

Arti nama Simacem Simalem yang penuh makna

Simacem Simalem sebenarnya berasal dari sebuah mata air yang asam, B’timers. Dalam Bahasa Karo, Simacem berarti asam, sementara Simalem memiliki arti cantik atau indah. Selain keunikan tersebut, mata air yang ada di sini juga menyimpan pesonanya tersendiri, lho. Yaitu rasa air dari mata air di desa, mirip seperti air jeruk nipis. Meski asam, tapi rasanya menyegarkan dan bisa diminum.

Nah, musibah yang dialami oleh desa ini akibat guyuran abu panas dari Gunung Sinabung, tak mampu menghilangkan pesona dari desa Simacem Simalem. Well, kondisi desa yang hampir seluruhnya tertutup debu vulkanik, justru menambah daya tarik dari kota mati ini. Jika datang, Anda akan menyaksikan betapa hebatnya kekuatan alam menghancurkan segala yang menghalanginya.

Pemukiman warga di Desa Simacem Simalem sudah tidak layak lagi ditempati, dan terlihat menjadi saksi bisu keganasan Sinabung. Berlatar belakang gunung yang tegar berdiri, Desa Simacel Simalem seolah merupakan kota tua yang telah lama ditinggalkan penduduknya, B’timers. Bahkan semua perkebunan milik warga terlihat sama sekali tak memiliki nyawa.

Dan tak hanya di Yogyakarta yang memiliki Kota Mati sebagai destinasi wisata yang mampu menarik banyak wisatawan, lereng Sinabung pun memiliki ceritanya sendiri, B’timers! (NO)

Share This Article