Menggali Keindahan Peradaban Mesir Kuno di Sungai Nil | Breaktime
Menggali Keindahan Peradaban Mesir Kuno di Sungai Nil
05.05.2015

Traveling ke sejumlah tempat wisata untuk menyibak pesona keindahan dengan mata kepala secara langsung telah jamak dilakukan. Namun, berhasil menemukan nilai-nilai budaya, sejarah, dan peradaban pada tempat wisata kuno dan artistik pasti akan melahirkan satu perasaan puas dan takjub tak berbilang yang selalu B’timers ingat.

Inilah yang akan Anda temukan ketika menapakkan kaki di negara Mesir, sebuah tempat di mana kebudayaan manusia lahir dan berkembang. Nah, bila Anda memang terobsesi menggali lebih dalam tentang perdaban tinggi tertua dalam sejarah manusia, jangan lewatkan untuk menyusuri keindahan sungai Nil dan menemukan sejumlah bangunan-bangunan kuno yang menjadi bukti akan tingginya peradaban masa Raja Fir’aun tersebut:

Kuil Philae

Kuil usia 5000 tahun lebih yang masih kokoh berdiri
Kuil usia 5000 tahun lebih yang masih kokoh berdiri

Saat menuju sungai Nil, B’timers akan berlayar melewati Bendungan Aswan. Di kawasan inilah Anda akan menemukan peninggalan sejarah yang sangat menarik, Philae Temple. Meski telah berusia hampir lima ribu tahun, namun kuil yang pernah dijadikan sebagai tempat pemujaan Dewi Isis ini masih terlihat utuh.

Kuil Kom Ombo

Tak kurang dari 300 mumi buaya berada di dalamnya
Tak kurang dari 300 mumi buaya berada di dalamnya

Begitu melewati Bendungan Aswan, pelayaran di Sungai Nil akan menuju Kom Ombo. Di sinilah kapal akan merapat sejenak dan Anda bisa menikmati pemandangan yang sungguh unik, yakni ada lebih dari 300 buaya yang telah jadi mumi.

Banyaknya buaya di kuil ini memang tak lepas dari sejarah bangunan yang sejatinya terdiri dari dua kuil, yakni Kuil Sobek dan Kuil Haroeris. Nama “Sobek” sendiri merupakan dewa berkepala buaya, sedangkan “Haroeris” adalah dewa berkepala elang.

Kuil Edfu

Saksi bisu pertempuran dewa-dewa Mesir
Saksi bisu pertempuran dewa-dewa Mesir

Puas menikmati mumi buaya, pelayaran selanjutnya akan membawa B’timers untuk menuju tempat persinggahan berikutnya, yakni kuil Edfu yang terletak di barat Sunga Nil. Kuil yang terletak 115 kilometer dari Luxor ini merupakan bangunan yang paling terjaga keasliannya.

Menurut legenda, “Edfu” merupakan tempat pertempuran antara dewa-dewa Mesir dan di sinilah “Horus” yang berkepala elang menuntut balas kematian ayahnya “Isiris” yang dibunuh oleh saudaranya sendiri, “Seth”.

Meski B’timers harus bermandikan teriknya matahari saat berlayar di Sungai Nil, namun perjalanan ini tak akan pernah Anda lupakan selamanya. Setelah puas menikmati semua peradaban kuno Mesir yang di sekitar Sungai Nil, lengkapi pengalaman traveling B’timers dengan menyasar keindahan malam di kota Kairo yang memikat. Happy traveling!

Share This Article