Mengagumi Jejak Peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Pasuruan | Breaktime
Mengagumi Jejak Peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Pasuruan
24.06.2015

Salah satu tokoh penyebaran Islam di Nusantara, khususnya Jawa dan Sumatera, adalah seorang penjelajah lautan dari Tiongkok bernama Sam Poo Kong, atau lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho.
 
Jejak Laksamana Cheng Hoo di Indonesia bisa kita telusuri pada peninggalannya berupa masjid dengan arsitektur Tiongkok yang terletak di beberapa kota, seperti Palembang, Semarang, Surabaya, dan Pasuruan.
 
Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pasuruan terletak di jalan utama antara Surabaya - Malang, tepatnya di daerah Pandaan. Lokasi masjid bisa ditempuh sekitar 45-60 menit perjalanan dari Malang atau Surabaya.

Mengagumi Jejak Peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Pasuruan

Masjid dengan arsitektur khas Tiongkok ini didominasi warna merah dan membuat pengunjung langsung merasakan nuansa Oriental bercampur Islami di kawasan masjid ini.
 
Letak masjid sangat strategis karena di pinggir jalan raya, dengan tempat parkir dan halaman yang luas, pepohonan yang tertata rapi, suasana bersih, nyaman, membuat kita betah berlama-lama di sini. Tak jarang, masjid ini juga menjadi semacam rest area atau tempat beribadah bagi rombongan keluarga yang melakukan perjalanan melewati jalur Malang dan Surabaya.

Mengagumi Jejak Peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Pasuruan

Struktur utama masjid Muhammad Cheng Hoo terdiri dari dua lantai. Lantai dasar untuk kegiatan administrasi kantor masjid, kegiatan kemasyarakatan, dan tempat istirahat. Sementara lantai dua merupakan bangunan utama sebagai tempat salat dan kegiatan ibadah lainnya.
 
Sebuah bedug dan kentongan, yang tergantung di bagian utara lantai dasar masjid menjadi simbol dan menguatkan kesan pada ajaran Islam yang ada di pesisir Jawa bagian utara.

Mengagumi Jejak Peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Pasuruan

Laksamana Cheng Hoo sendiri dikenal sebagai penjelajah samudera asal Tiongkok yang konon memiliki puluhan ribu prajurit laut beserta kapal layar besar dan meriam. Ia menjadi penghubung diplomatik antara Tiongkok dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara. Sebagai muslim, Cheng Hoo juga berdakwah menyebarkan agama Islam di Nusantara.
 
Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pasuruan, serta tempat-tempat lain di Indonesia, menjadi gambaran nyata akulturasi budaya antara Islam, Jawa, Melayu, dan Tiongkok yang telah berlangsung ribuan tahun dan masih bertahan hingga sekarang.

Share This Article