Megahnya Masjid Raya Al-Mashun di Pusat Kota | Breaktime
Megahnya Masjid Raya Al-Mashun di Pusat Kota Medan
23.03.2016

Kota Medan memiliki sejumlah destinasi wisata bertema religi dan sejarah yang menarik dikunjungi oleh B'timers yang singgah di ibukota Sumatera Utara ini. Salah satunya adalah Masjid Raya Al Mashun atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.
Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1906 ini pada awalnya merupakan bagian dari kompleks Istana Maimun semasa pemerintahan Sultan Mamun al Rasyid Perkasa Alamsyah IX dari Kesultanan Deli.
Seperti halnya fungsi utama bangunan masjid lainnya, Masjid Raya Medan juga difungsikan sebagai tempat ibadah dan pusat kajian Islam di sekitar Medan. Kini, masjid ini berkembang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Megahnya Masjid Raya Al-Mashun di Pusat Kota | Breaktime
Tampak pintu gerbang utama Masjid Raya Medan dari dalam area Masjid

Arsitektur masjid ini bergaya Moor, dengan kubah pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak. Sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan dan religiusnya masjid ini.
Salah satu kelebihan masjid yang juga sering disebut sebagai Masjid Deli atau Masjid Agung Medan ini yaitu masih dalam bentuknya yang asli hingga sekarang dan belum mengalami perubahan yang spesifik.
Bangunan utama masjid ini terbagi menjadi tiga yaitu ruang utama, tempat wudhu dan gerbang masuk. Ruang utama yang berbentuk segi delapan digunakan sebagai tempat shalat. Pada tiap sisi terdapat porch dengan gaya Andalusia.

Megahnya Masjid Raya Al-Mashun di Pusat Kota | Breaktime
Suasana di pintu gerbang Masjid Raya Medan yang cukup ramai di siang hari

Pada sisi utara dan timur masjid terdapat minaret dengan bentuk yang unik, campuran dari pengaruh Mesir, Iran dan Arab. Mihrabnya cukup indah, terbuat dari marmer dan diatapi oleh kubah runcing.
Sementara itu untuk mewujudkan rencana kemegahan masjid, Sultan mendatangkan sejumlah material bangunan dari Eropa, seperti marmer dari Italia dan Jerman, lampu gantung dari Perancis, serta sejumlah ornamen dan kaca dari China.
Keunikan dan keindahan Masjid Raya Medan menjadikan lokasi ini patut dikunjungi saat B'timers melakukan perjalanan ke kota yang juga identik dengan buah durian ini.

Lokasi

Masjid Raya Medan terletak sekitar 100 meter dari kompleks Istana Maimun dan berada di tengah kota sehingga sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, taksi, maupun bentor, becak motor khas Medan.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk namun disarankan membawa uang secukupnya untuk donasi. Pakaian tertutup atau busana Muslim wajib dikenakan bagi tiap pengunjung yang masuk area masjid. (zul)

Share This Article