Margasatwa Tandurusa Rumah Satwa Langka Sulawesi | Breaktime
Margasatwa Tandurusa, Rumah Satwa Langka Sulawesi
08.07.2016

Ada rencana berlibur ke Sulawesi, B’timers? Sudah tahu Margasatwa Tandurusa yang ada di Kota Bitung belum, nih? Berjarak hanya 1 jam perjalanan ke sebelah timur Kota Manado, Kota Bitung sudah sangat terkenal, lho. Terutama karena memiliki spot menyelam yang indah di sepanjang Selat Lembeh. Untuk yang tidak ingin menikmati keindahan laut, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke margasatwanya!

Margasatwa Tandurusa Rumah Satwa Langka Sulawesi | Breaktime
Memang kecil, tapi tak kalah seru untuk dikunjungi, lho

Taman margasatwa kecil di Selat Lembeh

Lokasinya yang persis di pinggiran Pantai Selat Lembeh, membuat taman yang tidak tergolong luas ini sering dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi pantai, B’timers. Well, meskipun jika dibandingkan dengan taman margasatwa lain di Indonesia, Tandurusa memiliki koleksi hewan khas Sulawesi Utara, yaitu babi rusa, rangkong dan monyet kecil yang termasuk ke dalam hewan langka.

Tak hanya itu, Anda juga akan menemukan kuskus beruang, luak Sulawesi, beberapa jenis burung, buaya air tawar, kelelawar hingga beberapa jenis ular di sini. Didirikan pertama kali oleh Boy Gumolong untuk tujuan bisnis, yang kemudian diambil pengelolaannya oleh pemerintah. Anak-anak akan merasa senang mendapatkan edukasi mengenai berbagai jenis hewan langka Indonesia.

Margasatwa Tandurusa Rumah Satwa Langka Sulawesi | Breaktime
Teluk Lembeh yang mempesona wisatawan asing

Rumah bagi si mungil Tarsius Spectrum

Normalnya, Tarsius hanya bisa dilihat di Hutan Lindung Tangkoko pada malam hari saja, B’timers. Tetapi di Taman Margasatwa Tandurusa, Anda bisa menyapanya di siang hari. Monyet mungil yang ukurannya hanya 20 cm ini biasa keluar dari kurungan untuk memanjat pepohonan yang ada di sekitar. Memang sedikit sulit mendapatkan foto mereka beraktivitas di siang hari, B’timers.

Taman Margasatwa Tandurusa ini mendapatkan beberapa hewan koleksinya dari masyarakat yang secara kebetulan menangkapnya. Nah, ada alasan untuk mendapatkan wisata edukasi di wilayah Indonesia timur ini, kan, B’timers? (NO)

Share This Article