Malaka, Destinasi Eksotik Bergaya Kolonial dan Klasik | Breaktime
Malaka, Destinasi Eksotik Bergaya Kolonial dan Klasik
31.07.2015

Kebudayaan Melayu menyimpan kekayaan kultur dan historis karena perpaduan budaya Timur dan Barat sejak jaman kolonial. Salah satu kekayaan budaya Melayu bisa kita lihat nikmati di kota Malaka.

Malaka, atau dalam bahasa Inggris disebut Malacca, merupakan negara bagian terkecil ketiga di Malaysia setelah Perlis dan Penang. Malaka terletak di kawasan selatan Semenanjung Malaysia, tepat di tepi Selat Malaka.

Pusat ibu kota Malaka berjarak sekitar 150 kilometer arah tenggara Kuala Lumpur. Kota dengan banyak peninggalan Portugis ini merupakan salah satu dari UNESCO World Heritage Site.

Karena letaknya yang strategis, kawasan ini sudah berkembang menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan sebelum kedatangan Portugis di abad ke-14. Kerajaan Malaka bahkan telah menjadi salah satu kekuatan di Asia Tenggara dan salah satu kawasan yang sulit ditaklukkan oleh Majapahit. Kelak, Malaka juga berperan penting pada era perdagangan dan penjajahan kolonial di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga : 7 TEMPAT SERU YANG WAJIB DIKUNJUNGI DI MALAKA

Setelah era kolonial berakhir, Malaka bergabung dengan Malaysia pada tahun 1946, bersama dengan Penang. Pada era modern, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri wisata di kawasan Asia Tenggara, Malaka menjadi salah satu ikon wisata Malaysia. Hotel, kafe, restoran, bar, dan pusat perbelanjaan tumbuh pesat di Malaka, tanpa meninggalkan keindahan kultur, budaya, serta bangunan peninggalan Portugis di masa lampau.

Malaka, Destinasi Eksotik Bergaya Kolonial dan Klasik | Breaktime
Bangunan peninggalan era colonial terawat dengan apik di Malaka

Tahun lalu, tercatat total 15,4 juta wisatawan yang berkunjung ke Malaka, 26 persen di antaranya adalah wisatawan mancanegara. Negara-negara penyumbang wisatawan asing terbanyak ke Melaka adalah China Daratan (300 ribu orang), Singapura (185.277 orang), Indonesia (168.190 orang), Taiwan (108.128 orang), dan Hong Kong (57.241 orang).

Berwisata ke Malaka, kita akan dimanjakan dengan pemandangan bangunan-bangunan tua bergaya Portugis, bercampur dengan gaya Mandarin dan Melayu yang sangat kental. Berbagai musium, galeri seni, taman, pusat perbelanjaan, hingga wisata sungai bisa kita dapatkan di Malaka.

Malaka, Destinasi Eksotik Bergaya Kolonial dan Klasik | Breaktime
Patung perahu Cheng Ho di salah satu sudut Chinatown Malaka

Berbagai atraksi wisata yang bisa dinikmati di pusat kota Malaka di antaranya adalah Cheng Ho Cultural Museum, Malacca Sultanate Palace Museum, Famosa, Mini Malaysia and ASEAN Cultural Park, Malacca Botanical Garden, Malacca River, Cheng Hoon Teng Temple, Chinese Mosque, Christ Church, serta pusat perbelanjaan di Jonker Street dan Chinatown.

Jonker Street merupakan kawasan night market paling terkenal di Malaka. Tempat ini hanya buka pada akhir pekan dan sangat ramai oleh wisatawan, domestik maupun mancanegara. Aneka suvenir dan kuliner street food khas Malaka bisa kita dapatkan di Jonker Street.

How to get there

Malaka bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Kuala Lumpur maupun Singapura. Dari Kuala Lumpur, terdapat bus antar kota dari Terminal Bersepadu Selatan menuju Malaka dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam. Sementara dari Singapura, terdapat bus lewat jalur Woodlands, Johor Bahru, Larkin, dan Malaka dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam.

Share This Article