Makam Aer Mata Ebu Saksi Legenda Ratu Madura | Breaktime
Makam Aer Mata Ebu Saksi Bisu Legenda Ratu Madura
01.12.2016

Madura ternyata punya banyak wisata yang bersejarah, lho B’timers. Salah satunya Makam Aer Mata Ebu yang bisa Anda kunjungi. Tempat ini merupakan situs religi sekaligus memiliki sejarah yang panjang dan mengharukan. Anda yang belum pernah mendengar tempat wisata ini, akan Breaktime beri sedikit bocoran tentang lokasi dan sejarahnya, ya.

Makam Aer Mata Ebu

Makam Aer Mata Ebu Saksi Legenda Ratu Madura | Breaktime
Komplek pemakaman Ratu Ebu dan Raja-Raja Madura

Tempat wisata ini termasuk dalam satu komplek pemakaman. Tidak hanya terdapat makam Ratu Ebu, tetapi juga beberapa makam Raja Madura dari abad 16 – 19.

Letaknya berada di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Anda hanya perlu menempuh jarak 11km dari kota Bangkalan. Komplek pemakaman ini terletak di puncak bukit kecil dengan ketinggian 30 mdpl. Keunikan arsitektur dari komplek pemakaman ini menambah suasana sakral dan mistis.

Sejarah Tragis Ratu Ebu

Makam Aer Mata Ebu Saksi Legenda Ratu Madura | Breaktime
Pusara Ratu Ebu di Madura

Ratu Ebu sendiri adalah seorang wanita yang sebenarnya bernama Sarifah Ambani. Ia adalah seorang istri dari Raja Cakraningrat yang memimpin Madura pada tahun 1624 atas perintah Sultan Agung dari Mataram.

Sayangnya, Raja Cakraningrat lebih sering berada di Mataram untuk membantu Sultan Agung membangun Mataram. Ratu Ebu merasa sedih karena jarang sekali bertemu dengan suaminya. Kesedihannya ia tumpahkan dengan bertapa dan memohon pada Tuhan untuk memberi kesehatan pada suaminya dan meminta agar tujuh turunannya bisa menjadi pemimpin Madura.

Suatu hari Sang Raja pulang, Sang Ratu pun merasa senang dan menceritakan kegiatannya selama bertapa dan berdoa pada Tuhan. Namun, Raja justur marah dan kecewa karena Sang Ratu hanya berdoa untuk tujuh turunannya, karena Sang Raja ingin semua keturunannya jadi pemimpin Madura.

Raja pun memutuskan untuk kembali ke Mataram. Ratu Ebu sangat sedih dan kembali bertapa. Namun, dalam pertapaannya kali ini Sang Ratu menangis tiada henti dan konon air matanya membanjiri pertapaan hingga ia wafat.

Miris sekali, ya kisah cinta Ratu Ebu. Hingga kini kisah cintanya masih dipercaya oleh masyarakat Madura dan makamnya pun dijadikan wisata religi di Madura. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE