Liburan Anti-Mainstream di Surga Tropis Vanuatu | Breaktime
Liburan Anti-Mainstream di Surga Tropis Vanuatu
10.10.2017

Negara kepulauan di kawasan tropis selalu memukau wisatawan dengan pantai berpasir putih dan jernihnya laut biru. Belum lagi iklim yang menyenangkan dan aneka kuliner lokal yang memanjakan lidah. Berbagai tempat berlibur tropis yang telah terkenal di seantero dunia seperti Hawaii di Amerika atau Bali di Indonesia mungkin sudah jadi destinasi liburan mainstream yang disesaki pengunjung. Namun pernahkah B’timers mendengar tentang keberadaan negara Vanuatu?

Vanuatu merupakan surga wisata tersembunyi di kawasan Kepulauan Pasifik yang menawarkan petualangan tak terlupakan dan pantai eksotis khas negara tropis. Letaknya di tengah samudera tak membuat Vanuatu menjadi susah dijangkau karena Anda dapat mencapai Vanuatu dengan mudah menggunakan maskapai penerbangan Air Vanuatu sejauh 2,5 jam dari Brisbane, Australia. Negara kepulauan dengan sekitar 83 pulau yang meliputi 6 provinsi geografis ini kurang begitu populer dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Kepulauan Pasifik lainnya sehingga liburan B’timers di Vanuatu serasa  di surga pribadi Anda.

Dengan kawasan kepulauan berbentuk abjad Y yang memanjang dari utara hingga selatan, Vanuatu menawarkan beragam variasi iklim tropis di tiap pulaunya. Mulai dari iklim panas dan lembab di kawasan utara hingga iklim sejuk dan dingin di kawasan selatan, Vanuatu selalu jadi favorit para wisatawan terutama yang berasal dari negara-negara empat musim. Ibukota Port Vila di Pulau Efate dapat mencapai suhu 27 derajat Celsius di bulan Juli hingga 30 derajat Celsius di bulan Januari. Tentu saja, suhu udara di malam hari bisa berkurang cukup drastis hingga 12 derajat Celsius.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Perpustakaan Termegah di Dunia Wajib Dikunjungi

Musim hujan tentu menjadi hal tak terhindarkan di negara tropis seperti Vanuatu, dengan curah hujan mencapai 300 mm per bulan selama Januari hingga April. Meski Vanuatu merupakan kawasan rawan bencana siklon yang datang setiap beberapa tahun sekali selama bulan Desember hingga Maret, berbagai tempat penginapan dan pusat pariwisata di Vanuatu telah dibangun dengan aman dan kokoh serta terbiasa menghadapi serangan siklon.

Liburan Anti-Mainstream di Surga Tropis Vanuatu | Breaktime
Bersantai di hamparan pantai di surga tersembunyi Vanuatu

Tak hanya hamparan pantai dengan pasir putih lembut, Vanuatu juga menawarkan aneka panorama alam lainnya seperti hutan hujan, wisata diving, suasana eksotisme kepulauan terpencil, hingga keramahan penduduk setempat. B’timers penikmat olahraga air surfing sebaiknya berkunjung ke Vanuatu sekitar bulan Oktober hingga April untuk mendapatkan cuaca yang mendukung. Arena wisata surfing terbaik dapat Anda temukan di pulau Efate dengan musim surfing terbaik dapat Anda temukan mulai bulan Maret hingga Desember ketika angin selatan dari Samudera Atlantik tengah bertiup. B’timers juga bisa melakukan surfing di pulau Santo mulai dari bulan November hingga April, meski dengan hembusan angin khas berselancar yang kurang konsisten. 

Liburan Anti-Mainstream di Surga Tropis Vanuatu | Breaktime
Menyelam di jernihnya laut biru Vanuatu

Pariwisata di Vanuatu memasuki peak season sekitar bulan Juli hingga Desember. Bulan Januari hingga Juni merupakan momen-momen yang paling sepi turis di Vanuatu sehingga B’timers dapat bebas menikmati berbagai pantai eksotis di Vanuatu serasa surga milik pribadi. Ditambah dengan cuacanya pada awal tahun yang terhitung sejuk di Vanuatu, low season juga memberikan bonus berupa banyaknya diskon yang ditawarkan oleh berbagai maskapai penerbangan dan tempat penginapan di Vanuatu. Travelers yang cukup jarang berlibur ke Vanuatu di awal tahun juga memudahkan B’timers untuk membaur dengan kehangatan warga lokal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Jomblo, Ini Negara Paling Aman Untuk Liburan!

Salah satu pantai favorit di Vanuatu terletak di Pulau Espiritu Santo atau yang berarti Holy Spirit dalam bahasa Inggris. Pulau ini juga merupakan kawasan yang pertama kali ditemukan oleh penjelajah samudera dari Portugis bernama Pedro Fernandes de Queirós pada tahun 1606 yang mengira bahwa dirinya telah mendarat di Australia. Kunjungan Anda ke Vanuatu belumlah sempurna tanpa mencicipi minuman lokal bernama kava. Minuman yang diracik dari akar tanaman piper methysticum ini juga bisa Anda temukan dengan mudah di Kepulauan Fiji namun dengan rasa yang kalah kuat dibandingkan dengan kava asli Vanuatu.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Wisata Bangkok Banyak Yang Tutup, Kenapa Ya?

Tunggu apa lagi, B’timers? Kini Anda bisa mendapatkan liburan eksotis di pulau tropis Vanuatu tanpa berjejalan di pantai mainstream seperti Bali dan Hawaii. (dee)



artikel kompilasi
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
CELEBES
TRAVEL GUIDE