Lemang Kuliner Khas Tebing Tinggi Sumatera Utara | Breaktime
Lemang, Kuliner Khas Tebing Tinggi Sumatera Utara
03.05.2016

Ketika B'timers traveling ke Sumatera Utara, terutama kawasan Medan, Danau Toba, Tebing Tinggi, dan sekitarnya, kurang lengkap tanpa mencoba kuliner khas daerah ini.

Lemang merupakan makanan khas Medan yang awalnya populer pada saat menjelang bulan Puasa. Memang, kuliner ini dulunya merupakan sajian khusus berbuka puasa masyarakat Medan dan sekitarnya.

Namun kini wisatawan tak perlu menunggu bulan puasa untuk bisa menikmati legitnya Lemang. Sejumlah warung penjual Lemang dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan Medan menuju Danau Toba, Tebing Tinggi, dan Brastagi.

Potongan bambu berukuran sekitar 30 sampai 50 centimeter berjejer berisi Lemang dan aroma khasnya membuat wisatawan maupun pengendara tak tahan untuk menepi dan mencicip nikmatnya Lemang hangat di jalur Lintas Sumatera ini.

Lemang Kuliner Khas Tebing Tinggi Sumatera Utara | Breaktime
Deretan penjual Lemang di pinggir jalan Lintas Sumatera dari Medan ke Danau Toba

Lemang merupakan makanan khas asli penduduk sekitar Tebing Tinggi yang dibuat secara turun temurun. Karena itulah Lemang di kawasan ini terkenal lembut, tidak lengket di mulut saat dikunyah, rasa asin dan aroma bambu bakarnya pun sempurna.

Makanan ini dibuat dengan bahan-bahan pilihan seperti kelapa, dan ketan. Sementara itu bambu yang digunakan adalah bambu khusus untuk lemang, bukan bambu biasa atau bambu bekas, karena akan menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda.

Begitu pula dengan selai yang disajikan untuk menikmati Lemang, bukan selai yang sama untuk roti tapi memang khusus untuk Lemang. Pembeli bisa menikmati selai srikaya buatan tangan pedagang Lemang sendiri yang bentuknya agak cair dan warna gelapnya didapat dari gula merah.

Lemang Kuliner Khas Tebing Tinggi Sumatera Utara | Breaktime
Lemang yang rasanya gurih dan legit ini merupakan kuliner khas Tebing Tinggi

Salah satu penjual lemang mengatakan bahwa untuk membuat lemang yang enak harus dari beras pilihan yang pulen. Beras kemudian dimasak dengan santan, dimasukkan ke dalam batok (bambu) seukuran lengan manusia untuk dibakar hingga bambunya hitam.

Sebelum dimasukkan ke batok, Lemang terlebih dulu dibungkus menggunakan daun pisang muda agar harum lemang tetap terjaga hingga batok dibelah.

Jadi, jangan lupa untuk menikmati Lemang khas Medan saat B'timers berlibur atau melakukan perjalanan ke Danau Toba. Bisa langsung dinikmati selagi hangat atau ataupun dibungkus untuk dibawa pulang. (ZA)

Share This Article