Kembali ke Zaman Megalitik di Desa Adat Rotenggaro | Breaktime
Kembali ke Zaman Megalitik di Desa Adat Rotenggaro
10.06.2015

Pernahkah B'timers membayangkan jalan-jalan kembali ke zaman megalitikum? Di mana kuburan batu, rumah bambu, dan masyarakatnya benar-benar tak tersentuh kemajuan teknologi? Suasana seperti itu ada di desa adat Rotenggaro.
 
Rotenggaro merupakan sebuah kampung adat yang berada di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya atau SBD di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Jaraknya kurang lebih 35 km arah barat daya ibu kota SBD, Tambolaka.
 
Memasuki area desa adat Rotenggaro membuat kita ibarat menelusuri lorong waktu. Kembali ke jaman megalitikum, sekitar 4.500 tahun lalu, dimana masih terdapat kuburan batu tua di sekitar perkampungan yang berlokasi di tepi pantai ini.

Kembali ke Zaman Megalitik di Desa Adat Rotenggaro

Selain kultur asli Rotenggaro yang masih dipertahankan hingga zaman modern ini, pesona desa adat ini juga terletak pada keindahan alamnya, di mana Rotenggaro memiliki garis pantai berpasir putih menghadap laut lepas dengan deburan ombak yang sempurna untuk bermain surfing.
 
Letak kampung adat Rotenggaro yang sekarang sebenarnya merupakan pergeseran dari lokasi sebelumnya dikarenakan abrasi air laut. Dahsyatnya ombak Samudra Hindia pelan namun pasti terus menggerus kawasan pantai yang merupakan wilayah kampung adat Rotenggaro.

Kembali ke Zaman Megalitik di Desa Adat Rotenggaro

Atap-atap rumah di desa adat ini menjulang tinggi melebihi ketinggian normal rumah-rumah adat Sumba pada umumnya. Inilah yang menjadi salah satu keunikan desa adat Ratenggaro. Juga terdapat kuburan batu yang megah menghadap Samudera Hindia. Kuburan-kuburan batu ini menjadi tanda kebesaran leluhur desa adat Rotenggaro.
 
Ukiran dan pahatan pada tiap batu kubur menambah kesan mendalam pada peninggalan leluhur ini. Menyerupai meja, batu berukuran besar ini berdiri kokoh menantang angin kencang dari lautan. Selain batu kubur leluhur atau raja, terdapat pula batu kubur warga Rotenggaro lainnya dengan ukuran lebih kecil.

Dengan ukuran baru yang sangat besar tersebut, bisa dibayangkan bagaimana pada jaman dulu leluhur warga Rotenggaro menarik batu besar dan menumpuknya menjadi mirip sebuah meja atau altar untuk digunakan sebagai kubur. Diperlukan semangat gotong royong, ritual leluhur, dan upacara pemakaman secara turun temurun dari warga desa adat Rotenggaro.

Kembali ke Zaman Megalitik di Desa Adat Rotenggaro

Periode terbaik untuk mengunjungi desa adat Rotenggaro adalah pada musim kemarau, datanglah pada sore hari ketika sinar matahari senja menyinari desa ini dan sunset di ujung barat menambah kesan eksotik Rotenggaro di kala senja.

How to get there

Kota terdekat dari Rotenggaro adalah Tambolaka di Sumba Barat, berjarak sekitar 60 km atau kurang lebih 1 jam perjalanan dengan motor atau mobil. Dari Jakarta terdapat penerbangan tiap hari menuju Tambolaka via Denpasar. Terdapat jalur angkutan umum dari Tambolaka menuju Kodi, turun di Bondo Kodi, dan perjalanan dilanjutkan dengan menyewa ojek. Bila ingin nyaman, kita bisa menyewa mobil atau travel dari Tambolaka.

Share This Article