Museum Kereta Api Ambarawa Wisata Penjajahan Belanda | Breaktime
Kembali ke Zaman Kolonial Belanda di Museum Kereta Api Ambarawa
12.07.2015

Berencana wisata sejarah sekaligus menikmati suasana pegunungan yang masih segar dan alami dengan menggunakan kereta api kuno? B'timers bisa merasakannya di Museum Kereta Api Ambarawa.

Museum Kereta Api Ambarawa berada di pusat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sekitar 20 kilometer dari Ungaran. Lokasi museum ini dulunya merupakan stasiun kereta api aktif yang kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah museum dengan keberadaan berbagai jenis kereta api serta kelengkapan fasilitas pendukungnya.

Menurut sejarah, Stasiun Kereta Api Ambarawa dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya 21 Mei 1873 dan dahulu dikenal sebagai Stasiun Willem I. Pada tahun 1976 stasiun ini resmi ditutup dan diubah menjadi museum kereta api dengan  koleksi 21 lokomotif yang pernah andil dalam pertempuran mengangkut tentara Indonesia.

Pasca renovasi tahun 2013, museum ini kembali dibuka pada akhir 2014 dengan banyak perbaikan dan pemeliharaan bangunan tua peninggalan Belanda. Suasana stasiun jaman kolonial masih terasa saat pengunjung memasuki area stasiun ini.

Kembali ke Zaman Kolonial Belanda di Museum Kereta Api Ambarawa

Di museum ini terdapat kereta api uap bergerigi yang unik dan merupakan satu dari tiga kereta api uap yang tersisa di seluruh dunia. Selain di Ambarawa, dua kereta api uap bergerigi lainnya terdapat di India dan Swiss.

Beberapa lokomotif uap masih terawat dengan baik dan berfungsi hingga kini. Tiga di antaranya adalah lokomotif nomor seri B 2502 dan B 2503 yang dibuat oleh Maschinenfabriek Esslingen, serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau. Lokomotif-lokomotif uap ini berfungsi untuk menarik kereta api wisata.

Selain beberapa koleksi lokomotif yang masih aktif, Museum Kereta Api Ambarawa juga menyimpan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga ukuran terbesar dari jenis CC, yaitu CC 5029  Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik.

Museum Kereta Ambarawa juga melayani tour dengan kereta uap selama tiga kali sehari untuk wisatawan yang berkunjung ke museum ini. Salah satu keunikan dari tur ini adalah ketika kereta api melaju di atas rel bergerigi melewati daerah pegunungan. Bentuk rel ini hanya ada di Jawa Tengah dan Sawahlunto. Wisatawan bisa menikmati keindahan panorama alam dan lembah di antara Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening dari kereta wisata yang ditarik lokomotif uap.

Kembali ke Zaman Kolonial Belanda di Museum Kereta Api Ambarawa

Tak hanya lokomotif dan gerbong kereta, Museum Kereta Api Ambarawa juga menyimpan dan memajang berbagai benda klasik yang digunakan untuk operasional stasiun pada jaman penjajahan Belanda. Benda-benda tersebut diantaranya adalah mesin hitung, alat komunikasi berupa jenis dan model telepon dari masa ke masa, kotak pos, telegraf, lonceng kereta, dan peluit petugas rel kereta api.

Museum ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Lokasinya yang berada di pusat kota Ambarawa -berdekatan dengan Monumen Palagan Ambarawa dan Pasar Tradisional Ambarawa- membuat museum ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing, terutama saat musim liburan sekolah.

Menuju Stasiun Kereta Api Ambarawa

Dari Semarang, wisatawan harus menuju ke arah selatan, tepatnya ke arah Ungaran. Setelah tiba di pertigaan Bawen, belok kanan menuju arah Jogjakarta hingga tiba di Tugu Palagan Ambarawa. Sementara dari arah Jogja, wisatawan hanya perlu mengikuti arah menuju Semarang dan belok kiri sesampai di Tugu Palagan Ambarawa. Museum Kereta Api Ambarawa hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari Tugu Palagan Ambarawa.

Share This Article