Kawaguchi Music Forest Yamanashi, Museum Unik | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Kawaguchi Music Forest Yamanashi, Museum Berkonsep Outdoor
08.01.2016

Selalu ada yang menarik di Kawaguchiko, kota yang berada di kaki Gunung Fuji Jepang ini memang menyimpan pesona wisata yang tdak mungkin dijumpai di kota lain di Jepang. Sebuah museum musik yaitu Kawaguchi Music Forest Yamanashi menjadi sebuah destinasi wisata menarik di kota ini. Music Forest atau dalam bahasa Jepang Orugooru no Mori (Hutan Orgel). Musem ini juga dijuluki Chisana Yooroppa, Little Eropa. Hal ini jelas karena bentang alam dan bangunan-bangunan di tempat tersebut dimodifikasi mirip dengan di Eropa.

Akan sangat menyenangkan jika kita mengunjungi Kawaguchi Music Forest menggunakan kereta Chuo Line dari stasiun Tokyo atau stasiun Shinjuku menuju Otsuki. Setelah sampai di Otsuki perjalanan kita lanjutkan menuju stasiun Kawaguchiko menggunakan kereta Fujikyu Railway. Dari stasiun Kawaguchiko kita bisa naik Retro Bus kemudian turun di dekat Music Forest. Namun yang perlu diperhatikan, bis ini biasanya tidak beroperasi malam hari. Jadi, jika ketinggalan bis terakhir mau tak mau kita harus berjalan kaki ke penginapan.

Kawaguchi Music Forest Yamanashi, Museum Unik | Breaktime
Desain area dan bangunan yang klasik namun mewah

Museum Otomaton Nuansa Titanic

Dilihat dari namanya, Kawaguchi Music Forest Yamanashi memang mengisyaratkan jika museum ini memajang aneka Orgel serta kotak musik. Namun jika dperhatikan lebih lanjut sebenarnya tempat ini lebih tepat disebut museum Otomaton. Memang, di museum musik ini tersimpan sejumlah otomaton (istilah robot zaman dulu). Tentu saja otomaton-otomaton tersebut dibentuk mirip manusia, meski tak sedikit yang menyerupai hewan seperti burung, monyet dan lain-lain yang bisa melakukan gerakan sesuai program.

Masuk area kompleks museum terdapat sejumlah bangunan. Salah satunya ada yang menyimpan orgel raksasa yang konon akan dibawa oleh kapal Titanic, namun tanpa sebab yang jelas rencana tersebut diurungkan. Orgel tersebut akhirnya diganti dengan live band yang kemudian ikut kandas bersama kapal dalam tragedi yang merenggut ribuan nyawa tersebut. Tak heran jika ada nuansa memorabilia ditempat ini yang ditandai dengan banyaknya pernak-pernik kapal Titanic yang banyak dipamerkan di kompleks museum.

Selain orgel dan Otomoton, di gedung lain juga tersimpan Polyhon. Jika beruntung kita akan disuguhi instrumen-instrumen yang sengaja diputar di waktu-waktu tertentu. Di aula gedung juga ada pertunjukan musik yang mungkin akan melibatkan penonton untuk berakting di panggung dengan peran masing-masing. Ada yang berperan sebagai ‘Rose’, ada juga yang perperan sebagai ‘Jack’ yang melukis wajah ‘Rose’. Sedangkan beberapa staf memainkan orgel-orgel yang terpajang di atas pangggung. Intinya pertunjukkan musik ini kental dengan peristiwa tenggelamnya kapal Titanic. Bahkan konon piano yang dipajang di aula ini bisa mengeluarkan suara atau musik sendiri tanpa ada yang memainkannya.

Kawaguchi Music Forest Yamanashi, Museum Unik | Breaktime
Paving jalan yang indah dan penuh tanaman serta bunga

Toko Oleh-oleh, Restoran, dan Kafe

Di gedung lain museum Kawaguchi Music Forest digunakan untuk toko cinderamata mulai dari kotak musik kecil berisi lagu-lagu, kotak besar, hingga aneka jajanan. Masih di gedung yang sama juga sering digunakan untuk berbagai aktivitas misalnya membuat kotak musik. Satu lagi gedung di area museum Music Forest khusus digunakan untuk restoran dan kafe. Bagi yang tidak suka dengan menu makanan yang disediakan, bisa mencari restoran lain di sekitar museum yang menyajikan makanan khas Kawaguchiko. Satu gedung yang terakhir difungsikan sebagai toko parfum serta pengharum ruangan. Jika kebetulan sedang musim bunga mawar kita bisa membeli pernak-pernik bunga mawar, parfum beraroma mawar, hingga beraneka macam kue.

B’timers yang mengunjungi kawasan Danau Kawaguchi wajib singgah di Kawaguchi Music Forest Yamanashi. Jika tidak, berarti Anda melewatkan momen indah yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Sebab, museum musik ini termasuk destinasi pilihan utama para wisatawan yang berkunjung di Jepang. (BK)

Share This Article