Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015 | Breaktime
Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015
17.06.2015

Indahnya Jazz, merdunya gunung. Slogan itulah yang diusung Jazz Gunung 2015, sebuah pergelaran musik bertaraf internasional yang mengambil lokasi di sejuk dan dinginnya kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
 
Jazz Gunung yang menampilkan komposisi musik jazz bernuansa etnik ini digelar di panggung terbuka Java Banana Bromo Lodge, berada di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sebuah kawasan dengan latar belakang keindahan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
 
Perpaduan harmonis antara musik, alam, dan manusia yang menciptakan perpaduan indahnya jazz dan merdunya gunung ini digagas oleh tiga orang seniman senior, yaitu Sigit Pramono, Butet Kertaredjasa, dan Djaduk Ferianto.

Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015

Jazz Gunung 2015 yang merupakan gelaran edisi tahun ke tujuh menampilkan seniman-seniman jazz nasional dan internasional. Diantaranya adalah Jay and Gatra Wardaya, Yuri Jo Collective, Ina Ladies, Ring of Fire Project feat Tohpati and Endah Laras, Tulus, dan Andien.
 
Nuansa etnik Nusantara sangat kental pada Jazz Gunung 2015 hari pertama. Dimulai dari The Swin Boss Jazz yang membawakan beberapa lagu daerah dan Nasional dengan aransemen jazz, seperti Apuse dan Ibu Kita Kartini. Kemudian tampil Jay & Gatra Wardaya yang berkolaborasi dengan duo Korea Selatan, Su'm.

Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015

Penonton makin larut dalam suasana jazzy ketika Djaduk Ferianto dengan Ring Of Fire dan Endah Laras membawakan lagu asal Sunda, Es Lilin. Cabikan gitar Tohpati saat membawakan lagu bertajuk "Rahwana" semakin menghangatkan suasana Jazz Gunung 2015 hari pertama yang diiringi turunnya kabut tipis dan hawa dingin khas Pegunungan Bromo.
 
Tulus menutup panggung Jazz Gunung 2015 hari pertama dengan sederet lagu hits-nya, seperti Matahari, Bumerang, Teman Hidup, Diorama, Bunga Tidur, Sewindu, Kisah Sebentar, dan Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Tulus juga sempat turun ke kerumunan penonton dan bernyanyi bersama pada lagu berjudul Sepatu.

Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015

Sementara itu pada hari ke dua, Swing Boss Jazz yang tampil untuk kedua kalinya kembali membawakan beberapa lagu Nusantara seperti Manuk Dadali dari Cing Cangkeling dari Jawa Barat dan 'Sinanggar Tulo dari Sumatra Utara.
 
Udara Bromo yang lebih dingin pada hari kedua Jazz Gunung 2015 sedikit menghilang ketika grup jazz konteporer Melayu, Malacca Ensemble, menghadirkan musik pesisir ke atas gunung. Beberapa lagu Melayu seperti Seroja dan Patam-patam mengalun diiringi biola dari Henri Lamiri yang berkombinasi dengan permainan perkusi dan akordion.

Indahnya Jazz dan Merdunya Gunung di Jazz Gunung Bromo 2015

Penampilan hangat Ring Of Fire pada hari kedua, perform Nita Aartsen Quatro feat Ernesto Castillo, dan lagu-lagu hits dari Andien menutup semaraknya Jazz Gunung 2015 sebagai satu festival paling unik di Tanah Air.

Share This Article