Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang | Breaktime
Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang
07.07.2015

B'timers berencana jalan-jalan ke Semarang? Selain menikmati bangunan tua dan aneka jajanan kuliner khas Semarang, sempatkan waktu untuk berkunjung ke Goa Kreo.
 
Goa Kreo berlokasi di daerah perbukitan Gunung Krincing, Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang Selatan. Kawasan wisata ini bisa ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari pusat kota Semarang. Goa Kreo berada satu lokasi dengan Waduk Jatibarang.
 
Menurut legenda masyarakat setempat, Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak. Saat itu Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian diperintahkan untuk menjaga kayu jati tersebut.

Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang

Kata "Kreo" sendiri berasal dari kata mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu Goa Kreo.

Untuk mencapai mulut goa, wisatawan harus melewati anak tangga dan sebuah jembatan yang membelah Waduk Jatibarang. Di sebelah utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang.

Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang yang merupakan salah satu pintu masuk menuju Goa Kreo mulai dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Air Dunia, 5 Mei 2014. Waduk ini luasnya sekitar 46,56 hektar dan berfungsi sebagai pengendali banjir kota Semarang, pembangkit listrik, dan sarana irigasi. Waduk Jatibarang juga akan dilengkapi dengan wahana wisata air dan water sport yang representatif sebagai salah satu destinasi wisata andalan Semarang dan Jawa Tengah.

Obyek wisata Goa Kreo buka setiap hari mulai jam 6 pagi hingga jam 6 petang. Selain destinasi waduk dan goa, di kawasan wisata ini juga terdapat tempat bermain anak, papan luncur, dan toilet yang bersih.

Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang

Goa Kreo dan Waduk Jatibarang bisa dikunjungi kapan saja, terutama saat musim liburan. Namun wisatawan bisa menyaksikan ritual Sesaji Rewanda yang diadakan setiap tanggal 3 bulan Syawal. Ritual ini merupakan karnaval berupa tumpeng dan sesaji yang dibawa oleh petani kayu jati, pembawa bunga manggar dan umbul-umbul, pager ayu dan pager bagus, serta penari Gado-gado Semarang.

Setiba di Goa Kreo tumpeng sesaji diserahkan oleh juru kunci goa pada Rawenda, yaitu sesepuh dan leluhur setempat yang kemudian membaca doa bersama, memohon keselamatan, panjang umur, panjang rejeki, dan dijauhkan dari segala bencana.

Menuju Goa Kreo

Goa Kreo dan Legenda Sunan Kalijaga di Waduk Jatibarang

Tidak sulit menuju Goa Kreo, dari arah Simpang Lima Kota Semarang, wisatawan bisa menuju arah Bundaran Kalibanteng, belok kiri kemudian perjalanan dilanjutkan selama kurang lebih 30 menit dan sampailah di kawasan Waduk Jatibarang dan Goa Kreo. Bila naik kendaraan umum, dari Terminal Terboyo naik bis jurusan Gunung Pati dan turun Goa Kreo.

Share This Article