Gereja Blenduk, Ikon Semarang di Kawasan Kota Lama | Breaktime
Gereja Blenduk, Ikon Semarang di Kawasan Kota Lama
25.07.2015

Kota Semarang identik dengan bangunan-bangunan tua peninggalan jaman kolonial dengan arsitektur yang unik serta tetap terpelihara dan berfungsi hingga era moden sekarang.

Salah satunya adalah sebuah gereja yang berada di kawasan Kota Lama sekaligus merupakan landmark kota Semarang, Gereja Blenduk. Gereja ini dibangun pada tahun 1753 dan merupakan gereja Kristen tertua di Pulau Jawa.

Nama asli gereja ini adalah Gereja GPIB Immanuel, namun masyarakat mengenalnya dengan sebutan "Blenduk" yang dalam Bahasa Jawa berarti bundar. Kata blenduk diambil dari wujud atap melengkung berwarna merah tua yang menjadi simbol atau ciri khas bangunan gereja bergaya Neo Klasik ini.

Gereja Blenduk sangat mudah dikenali saat kita berjalan di jalanan Kota Tua karena bangunan utama gereja ini tidak berpagar, bentuknya menonjol, dan langsung menghadap ke Jalan Suari yang dulu bernama Kerk Straat atau Jalan Gereja.

Gereja Blenduk, Ikon Semarang di Kawasan Kota Lama | Breaktime
Atap Gereja Blenduk yang berbentuk kubah berwarna merah

Gereja ini dibangun tahun 1753 oleh arsitek Belanda yang saat itu tinggal di Semarang, W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde. Awalnya, gereja ini berbentuk rumah panggung dengan atap khas arsitektur Jawa. Sempat mengalami renovasi pada tahun 1756, 1787, dan 1794, perombakan pada tahun 1894 membuat bangunan gereja berbentuk seperti sekarang ini.

Pondasi gereja menggunakan batu dan sistem strukturnya dari bata, sementara dindingnya terbuat dari bata. Pada bagian atapnya yang berbentuk kubah, terdapat penutup lapisan logam dari kayu jati. Lubang cahaya dari kubah mampu menyinari ruangan dalam gereja yang luas.

Baca Juga : 3 Spot Ngabuburit Paling Asyik Saat di Bandung

Di bagian dalam gereja terdapat berbagai ornamen yang masih dijaga keasliannya, terutama ubin lanti berwarna-warni, bangku-bangku yang terbuat dari kayu jati, serta sebuah mimbar untuk khotbah. Di dalam gereja juga terdapat daftar nama pendeta yang pernah menjadi kepala pendeta Gereja Blenduk sejak awal berdiri sampai sekarang ini.

Gereja Blenduk, Ikon Semarang di Kawasan Kota Lama | Breaktime
Bangunan-bangunan tua di sekitar Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

Gereja Blenduk mampu menampung sekitar 400 jemaah untuk aktivitas kebaktian dan pemberkatan pasangan pengantin. Gereja Blenduk terbuka bagi pengunjung yang ingin melihat kemegahan arsitektur peninggalan Belanda, tak terkecuali bagi wisatawan non-Kristiani.

Di sekitar area Gereja Blenduk juga terdapat bangunan-bangunan kuno peninggalan jaman Belanda. Beberapa bangunan sudah direnovasi dan menjadi toko, penginapan, dan kafe, namun tetap mempertahankan bentuk aslinya sehingga terlihat tetap cantik dan penuh historis. Tak heran bila banyak fotografer yang mengabadikan kawasan Kota Lama ini, termasuk juga sebagai lokasi favorit untuk foto pre-wedding.

Share This Article