Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja | Breaktime
Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja
22.11.2016

Setiap negara mempunya catatan sejarah kelam di masa lalu. Tak terkecuali negara tetangga kita, Kamboja, yang pernah dilanda Perang Saudara di tahun 1970an.

Sisa-sisa kekejaman perang saudara masih banyak kita lihat di banyak tempat di Kamboja. Mulai dari ibukota Phnom Penh sampai kota-kota lain seperti Siem Reap yang terkenal dengan obyek wisata Angkor Wat.

Di Phnom Penh sendiri salah satu bekas sejarah hitam bangsa Kamboja ada di Tuol Sleng Genocide Museum. Lokasinya berada di gedung bekas sekolah menengah setingkat SMP yang diubah menjadi penjara sekaligus tempat interogasi, penyiksaan, dan eksekusi oleh rezim saat itu, Khmer Merah.

Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja | Breaktime
Bekas tempat tidur sebagai tempat penyiksaan tahanan Tuol Sleng

Tuol Sleng yang juga dikenal dengan sebutan Kompleks 21 atau S-21 ini di bangun oleh Pol Pot, pemimpin rezim komunis Khmer Merah untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya.

Selama Khmer Merah berkuasa dari tahun 1975 sampai 1979, diperkirakan 17.000 sampai 20.000 orang -jumlah pastinya tidak pernah diketahui- dipenjarakan di Tuol Sleng. Setiap harinya, ratusan tahanan dibunuh dan disiksa.

Gedung sekolah ini terdiri dari empat gedung utama bertingkat tiga yang dijadikan penjara dan tempat interogasi. Gedung-gedung ini diberi nama A, B, C, dan D. Sekeliling bangunan ditutupi kawat berduri dan dialiri listrik. Ruang kelas diubah menjadi penjara kecil yang disekat dengan tembok bata dan kayu seadanya.

Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja | Breaktime
Di tiang inilah, para tahanan Tuol Sleng diintrogasi

Gedung A merupakan bekas kelas-kelas yang dijadikan tempat penyiksaan para tahanan. Di dalam kelas terdapat tempat tidur dengan aliran listrik. Di atas balai-balai besi terdapat alat penjepit kuku dan juga rantai untuk mengikat kaki tahanan.

Sementara itu di gedung B terdapat bilik-bilik kecil yang menjadi penjara bagi tahanan. Dinding luar gedung ini diberi pagar kawat listrik agar tahanan tidak bisa lari atau bunuh diri. Di gedung ini juga terdapat dokumentasi foto-foto para tahanan serta baju-baju yang mereka pakai.

Di depan gedung B terdapat sebuah tiang kayu dan gentong besar di bawahnya. Tiang kayu ini sebagai alat interogasi dan menyiksa tawanan. Bila dianggap belum mengaku, tahanan akan kembali disiksa dengan alat-alat seperti palu, gunting, pisau, cangkul dan sebagainya.

Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja | Breaktime
Ruang kelas diberi sekat seadanya dan dialihfungsikan sebagai penjara

Gedung C dan D juga menjadi tempat interogasi dan penyiksaan. Di gedung ini terdapat ratusan tengkoran dan tulang korban Khmer Merah. Juga lukisan yang menggambarkan kejamnya interogasi dan eksekusi yang dilakukan Khmer Merah.

Mayoritas "tahanan" di Tuol Sleng adalah rakyat biasa, karyawan, dan orang terpelajar yang dianggap bisa melakukan kudeta. Sebagian besar tahanan disiksa dan dieksekusi di tempat ini, namun ada juga yang dipindah dan dieksekusi di Killing Field.

Bangunan bekas sekolah yang kemudian menjadi penjara Tuol Sleng itu kini dilestarikan dan dijadikan museum sebagai bukti kekejaman rezim Khmer Merah.

Genosida Tuol Sleng, Penjara Terkejam di Kamboja | Breaktime
Seperti ini, suasana di luar Gedung B, bekas penjara Tuol Sleng

Rasa ngeri bercampur sedih sangat terasa saat kita mengunjungi tempat ini. Tidak pernah terbayangkan bagaimana manusia bisa berlaku begitu kejam terhadap sesama.

Sejumlah kegiatan keagamaan, doa, dan kemanusiaan rutin digelar di museum ini. Beberapa di antaranya disponsori oleh organisasi dunia seperti UNESCO.

Satu dari tiga rakyat Kamboja tewas selama rezim Khmer Merah. Kini bangsa Kamboja berusaha kembali bangkit dan tersenyum seiring bergairahnya pariwisata di negara mereka. (za)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE