Danau Kaolin, Bekas Tambang Yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Belitung | Breaktime
Danau Kaolin, Bekas Tambang Yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Belitung
01.10.2015

Perjalanan saya ke Pulau Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terasa sudah hampir lengkap setelah mengunjungi Replika SD Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, serta island hopping ke Pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuar-nya.

Namun ada satu spot tak jauh dari pusat kota Tanjung Pandan yang sepertinya tak boleh terlewatkan bagi tiap wisatawan yang berkunjung ke pulau di sisi timur Pulau Bangka ini. Ya, lokasi itu adalah Danau Kaolin.

Di Bangka dan Belitung banyak kita temui danau kaolin yang merupakan "danau buatan" bekas tambang kaolin yang dibiarkan begitu saja. Meski belum "resmi" menjadi obyek wisata, kenyatannya keberadaan danau ini menarik minat wisatawan yang datang.

Danau Kaolin, Bekas Tambang Yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Belitung | Breaktime
Pemandangan di Danau Kaolin Tanjung Pandan, Pulau Belitung

Dari kejauhan, Danau Kaolin terlihat unik karena warna air biru muda yang dikelilingi hamparan pasir berwarna putih. Hanya saja tidak seperti danau air tawar atau danau air asin di berbagai daerah di Indonesia, pengunjung dilarang berenang di danau karena kandungan bahan-bahan berbahaya dan kedalaman danau yang mencapai 8 hingga 10 meter.

Baca Juga : 5 HAL YANG HARUS DISIAPKAN SEBELUM TRAVELING KE BELITUNG

Kaolin sendiri merupakan mineral yang banyak digunakan untuk berbagai bahan industri, seperti kosmetik, kertas, makanan, dan pasta gigi. Kaolin banyak dipakai karena bersifat halus, putih, kuat, dan bersifat konduktor.

Danau Kaolin, Bekas Tambang Yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Belitung | Breaktime
Seorang wisatawan tampak menikmati pemandangan di Danau Kaolin Belitung

Tidak ada tiket masuk untuk menuju kawasan Danau Kaolin di Belitung karena lokasinya yang memang bukan merupakan tempat wisata resmi. Namun, banyak wisatawan yang datang ke lokasi ini untuk mengabadikan gambar dan menikmati suasana tambang khas Belitung.

Karena berada di daerah tambang, tak heran bila sepanjang jalan menuju Danau Kaolin ini wisatawan akan sering melihat truk-truk besar dan alat-alat berat yang bekerja di sekitar area tambang. Sebenarnya Danau Kaolin ini merupakan "bekas" tambang yang telah merusak struktur alam Pulau Belitung, namun di satu sisi hasil pengrusakan tersebut kini salah satunya menjadi Danau Kaolin yang banyak dikunjungi wisatawan.

Danau Kaolin, Bekas Tambang Yang Kini Jadi Destinasi Wisata di Belitung | Breaktime
Pengunjung dilarang berenang di Danau Kaolin karena kandungan bahan kimia beracun

Periode terbaik untuk mengunjungi Danau Kaolin ini adalah pada musim kemaru, ketika sinar matahari pada pagi atau sore hari sangat cocok sebagai teman berfoto di sekitar area Danau Kaolin. Hindari mengunjungi Danau Kaolin pada musim hujan karena pasir dan tanah putih di sekitar danau sangat licin dan berbahaya bagi pengunjung.
 
Keindahan Danau Kaolin juga bisa disaksikan dari jendela pesawat beberapa saat ketika hendak mendarat atau take off di Bandara Tanjung Pandan. Karena itu, usahakan untuk menempati window seat setiap kali terbang ke Belitung agar bisa menikmati keindahan Danau Kaolin dari udara.

Share This Article