Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah | Breaktime
Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah
20.11.2016

Pada destinasi tertentu, makna traveling tak hanya terletak pada keindahan pantai atau gunung, tetapi juga pada sejarah masa lalu. Salah satunya bisa B'timers rasakan saat berkunjung ke ibukota Kamboja, Phnom Penh.

Mungkin belum banyak B'timers yang mengetahui sejarah Kamboja. Negara tetangga kita di ASEAN ini hingga kini masih merasakan kenangan pahit sisa-sisa perang saudara di akhir tahun 1970an.

Salah satu saksi bisu kejahatan Perang Saudara Kamboja (1975-1979) ada di Ladang Pembantaian Cheung Ek, atau lebih dikenal dengan nama Cheung Ek Killing Field.

Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah | Breaktime
Pintu masuk stupa yang di dalamnya tersimpan ribuan tengkorak korban Khmer Merah

Lokasi Killing Field terletak sekitar 7,5 km luar kota Phnom Penh. Di lokasi ini sekitar 17.000 hingga 20.000 orang (jumlah pastinya tidak pernah diketahui) dibunuh secara kejam oleh rezim komunis yang berkuasa saat itu, Khmer Merah.

Mereka yang dibunuh di sini adalah semua orang yang dianggap berpotensi menjadi lawan politik Khmer Merah, yaitu semua kaum terpelajar, guru, dokter, karyawan, dan seluruh keluarga mereka.

Mereka dibawa ke Killing Field dengan truk, dibawa ke lubang yang telah digali di tanah, kemudian dieksekusi dengan mata tertutup dan dilemparkan ke lubang secara bertumpuk-tumpuk.

Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah | Breaktime
Tengkorak para korban kekejaman rezim Khmer Merah

Cara eksekusi pun sangat sadis yaitu dengan memukulkan batang kayu, besi, linggis atau sekop ke kepala korban. Hal ini bisa dilihat dari tulang tengkorak korban yang sebagian besar berlubang atau retak bekas hantaman benda tumpul.

Semua eksekusi korban di Killing Field tidak menggunakan peluru karena menurut rezim Khmer Merah, nyawa mereka tidak lebih berharga dari sebutir peluru. Bahkan ada sebuah pohon besar yang digunakan untuk mengeksekusi bayi dengan cara memukulkan kepalanya ke batang pohon.

Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah | Breaktime
Salah satu kuburan massal di area Killing Field

Sebuah stupa dibangun di kawasan depan Killing Field untuk mengenang para korban. Ada 8000 lebih tengkorak manusia dan tulang belulang yang tersusun rapi di dalam stupa ini. Juga baju-baju para korban.

Pada bagian lain, terdapat sejumlah kuburan massal. Sebagian di antaranya bahkan dilarang untuk diinjak atau didekati karena masih banyak tulang manusia di tempat tersebut.

Cheung Ek Killing Field, Saksi Rezim Khmer Merah | Breaktime
Sejumlah bekas kuburan massal masih terlihat jelas di area Killing Field

Selama rezim Khmer Merah berkuasa di Kamboja (1975-1979), diperkirakan sekitar 3 juta orang tewas atau sepertiga dari total penduduk Kamboja saat itu. Tidak ada pembangunan bangsa, tidak ada kemajuan, hanya ada penderitaan, penyiksaan, dan kematian.

B'timers bisa mendapatkan audio tour guide di pintu masuk setelah membayar tiket sebesar USD 5.

Untuk menuju lokasi ini, akses paling mudah adalah menggunakan tuk-tuk dengan biaya sekitar USD 10, pintar-pintarlah menawar. Biasanya sopir tuk-tuk juga akan membawa B'timers ke destinasi lain seperti Tuol Sleng Museum, Royal Palace, serta pusat belanja di Russian Market dan Night Market. (za)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE