Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya Riau | Breaktime

ARTIKEL TRAVEL

Barry Kusuma

"Travel and Photography" Inspiring Photos & Video through the Lens.

Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya di Riau
07.06.2016

Candi Muara Takus di Provinsi Riau mungkin tidak populer di Indonesia, bahkan orang Riau pun belum banyak yang datang ke sini. Tidak sepopuler candi Borobudur ataupun candi-candi lainnya di Pulau Jawa, Candi Muara Takus adalah sebuah situs peninggalan sejarah yang terdiri dari beberapa gugusan candi berumur ratusan tahun.

Meski bukan merupakan tempat ibadah untuk upacara keagamaan seperti di Candi Borobudur, tetapi candi ini merupakan destinasi yang banyak didatangi turis saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau. Dulu, banyak orang yang tinggal di area sekitar candi, namun kini masyarakat diharuskan berpindah tempat tinggal karena telah ditemukan banyak situs bersejarah di area ini.

Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya Riau | Breaktime
Bangunan candi Muara Takus yang unik

Candi ini berlokasi cukup jauh dari Pekanbaru, bisa ditempuh dalam 3 sampai 4 jam. Meski begitu, lamanya perjalanan sangat terbayar dengan melihat keindahan candi ini. Muara Takus memiliki nilai budaya yang tinggi serta lingkungan yang masih tetap terjaga dengan asri. Tidak heran nama Muara Takus pernah dinobatkan sebagai salah satu keindahan dunia yang berasal dari Indonesia.

Candi ini pun terurus dengan baik. Sewaktu saya datang ke sini, saya sering melihat biksu-biksu datang untuk bersembahyang di sini. Para biksu ini ternyata tidak datang dari dalam negeri saja, tetapi juga banyak dari luar negeri. Sayangnya, candi ini hanya terbuka untuk tempat wisata saja, masih belum diperbolehkan oleh pemerintah daerah untuk menjadi tempat sakral dan sembahyang seperti di Candi Borobudur.

Candi Muara Takus melambangkan karya kreatif buatan manusia yang bisa digunakan untuk tempat tinggal serta tempat pemujaan di dekat Sungai Kampar Kanan. Candi Muara Takus melambangkan kecerdasan, kebijaksanaan, permusyawarahan, serta budi luhur, yang semuanya tertuang dalam sebuah candi untuk memuja para leluhur pada saat itu. 

Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya Riau | Breaktime
Candi yang masih berdiri kokoh hingga kini

Candi ini juga mempunyai sistem perairan yang teratur sehingga tidak mudah membuat air tersumbat yang menimbulkan banjir. Hal ini mungkin tidak relevan, namun sesungguhnya dengan adanya sistem perairan yang baik, candi bisa tetap terjaga kebersihannya. Perairan yang baik ini konon katanya bersumber dari Sungai Umpamo yang mengalir ke Sungai Kampar Kanan dan menjadi sumber perairan di kompleks Muara Takus.

Muara Takus juga mempunyai lanskap yang tidak ternilai indahnya. Candi ini merupakan sebuah karya seni yang dibuat oleh tangan-tangan berbakat. Gugusan-gugusan candi Muara Takus ini terdiri dari beberapa ukuran serta bentuk yang bernilai seni, menggambarkan adanya tingkatan-tingkatan pemahaman atau kepercayaan tertentu.

Candi yang dibangun pada jaman Sriwijaya ini mempunyai struktur bangunan yang kokoh, bisa dilihat dari bangunan yang tidak pernah dipugar sama sekali. Bahkan, potongan-potongan keramik untuk peralatan rumah tangga zaman dahulu pun masih banyak ditemukan. 

Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya Riau | Breaktime
Keindahan candi warisan budaya dan sejarah

Namun, tahukah Anda? Bangunan dalam dari candi Muara Takus ini sebenarnya mencontek bangunan rumah-rumah lokal dengan penggunaan batu bata. Jadi, bangunan yang awet dan kokoh ini menggunakan bahan material yang tidak berbeda dengan konsep bangunan biasa.

Di balik cerita pembangunan candi ini, ada mitos tentang seseorang bernama Datuk Laweh Talingo yang mempunyai telinga sangat panjang, bahkan bisa digunakan sebagai selimut. Orang ini mempunyai peranan yang sungguh penting dalam pembangunan serta penggunaan Muara Takus.

Konon setelah Datuk Laweh Talingo meninggal, sosoknya berubah menjadi sebuah karakter gajah. Karena terdapat sebuah kepercayaan mengatakan bahwa gajah yang sering mengunjungi tempat ini adalah bentuk reinkarnasi dari Datuk Laweh Talingo.

Muara Takus memang merupakan candi yang sangat unik, satu dari sekian banyak candi yang ada di Indonesia. B’timers tak ingin menjadikannya destinasi wisata selanjutnya? (BK)

Share This Article