Billionth Barrel Monument Kebanggaan Brunei | Breaktime
Billionth Barrel Monument Kebanggaan Brunei
14.01.2017

B’Timers, bagi Anda yang gemar traveling tentu paling tidak pernah mengunjungi beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Akan tetapi, pernahkan Anda mencoba berkunjung ke Brunei Darussalam? Negara yang juga merupakan anggota ASEAN ini memiliki berbagai macam tempat wisata yang tidak kalah menariknya. Salah satu dari tempat wisata yang cukup populer dan wajib Anda kunjungi ketika Anda berkunjung ke Brunei adalah Monumen Billionth Barrel.

Hmm, kira-kira hal apakah yang menarik dari monumen ini ya? Ternyata monumen ini merupakan monumen yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi negara Brunei sebagai salah satu raksasa penghasil minyak bumi di ASEAN. Billionth Barrel Monument dibangun pada tahun 1991 dan di tahun yang sama, monumen ini diresmikan oleh sultan Brunei yaitu Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien pada tanggal 18 July.

Tujuan dari pembangunan monumen ini tak lain dan tak bukan untuk merayakan tercapainya produksi satu milyar minyak bumi mentah yang dihasilkan di kota Seria. Pencapaian hasil 1 milyar barrel minyak tersebut diperoleh dengan perjuangan yang cukup berat. Selama beberapa tahun melakukan pengeboran di daerah lepas pantai, Brunei sama sekali tidak menemukan sumber minyak mentah, hingga pada akhirnya di tahun 1929 usaha pengeboran tersebut membuahkan hasil. Tambang minyak mentah ditemukan di lepas pantai kota Seria. 

Billionth Barrel Monument Kebanggaan Brunei | Breaktime
Monumen ini memang terlihat megah, ya?

Semenjak itu, negara dengan bentuk pemerintahan kesultanan ini terus menerus menemukan sumber minyak mentah yang menghasilkan lebih dari 6 juta barrel minyak hingga tahun 1940. Menyikapi produksi minyak bumi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, pemerintahan Brunei Darussalam memutuskan untuk membentuk pabrik pengolah minyak bumi yang bernama The British Malayan Petroleum Company di tanggal 22 Juli 1922. Pabrik tersebut kemudian berubah nama menjadi pabrik minyak bumi terkemuka yaitu Brunei Shell Petroleum Company. Monumen Billionth Barrel dibangun di atas lokasi bekas ditemukannya sumber minyak yang pertama kali, yaitu di atas Sumur Seria Nomor 1 (S-1).

Monumen ini ternyata tidak hanya memiliki bentuk yang unik, tetapi di tiap pilarnya ternyata mengandung simbolisme yang cukup kental.  Monumen Billionth Barrel terdiri atas enam buah pilar raksasa dengan simbol negara Brunei di pucuknya.Dua pilar pertama yang saling bersentuhan di ujungnya menyimbolkan aliran dari minyak mentah yang mengalir dari bawah tanah menuju ke permukaan. Sedangkan empat pilar lainnya menggambarkan sumber-sumber minyak lain yang muncul dari berbagai lokasi dan berbagai arah. Dan pada akhirnya, simbol negara Brunei Darussalam yang berada di pucuk monumen menggambarkan kesejahteraan rakyat negara Brunei yang disokong oleh hasil kekayaan minyak bumi.

Di daerah sekitar monumen, Anda juga dapat menemukan berbagai macam alat-alat yang berhubungan dengan penggalian minyak bumi, seperti mesin pemompa minyak yang populer disebut dengan “nodding donkey”, dan barrel penampung minyak. Anda juga dapat melihat pemandangan lautan lepas di lokasi monumen ini, terutama bagi Anda yang ingin melihat pemandangan laut saat matahari terbenam. Akan tetapi, sayangnya laut lepas tersebut telah terkontaminasi oleh aktivitas penggalian minyak sehingga air laut yang pada umumnya berwarna biru jernih terlihat kecoklatan dan kotor.

Akan tetapi, terlepas dari itu monumen Billionth Barrel dapat Anda jadikan sebagai obyek wisata untuk mengenal dan mengagumi keuletan pemerintah Brunei dalam mensejahterakan rakyatnya, Anda juga dapat sedikit memberikan wawasan lingkungan kepada anak-anak Anda mengenai bahaya polusi laut. Semoga informasi ini bermanfaat B’Timers! (dkp)



artikel kompilasi
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
BORNEO
TRAVEL GUIDE