Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat | Breaktime
Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat
07.03.2015

Liburan ke Desa Mantar Sumbawa Barat

Nama Desa Mantar mungkin masih asing bagi sebagian traveler di Indonesia. Maklum, wilayah desa adat ini terletak di puncak pegunungan Sumbawa Barat dengan akses jalan yang tak bisa dilalui mobil biasa.
 
Desa Mantar terletak di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, berjarak sekitar 30 kilometer dari pelabuhan Poto Tano yang merupakan akses utama dari Pulau Lombok. Yang unik, wilayah Desa Mantar terletak di puncak pegunungan, dengan ketinggian lebih dari 3000 meter.

Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat

Transportasi utama menuju desa ini adalah mobil Ranger. Mobil ini merupakan bantuan dari Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus pemerintah setempat. Selain mobil ini, penduduk setempat juga memakai sepeda motor, tapi butuh keahlian khusus karena kondisi jalan tanah berbatu di lereng perbukitan yang sangat terjal dan curam.

Baca juga: Pantai Tarimbang di Sumbawa Timur
 

Ada dua unit Ranger yang naik-turun bukit tiap jam di siang hari. Warga Mantar memanfaatkan Ranger ini untuk mengangkut apa saja, mulai transportasi manusia, mengangkut kebutuhan sehari-hari dari pasar seperti beras, jagung, mengangkut perabotan seperti meja, lemari, bahkan mengangkut ternak dan kambing.

Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat

Pamor Desa Mantar sendiri mulai terangkat setelah menjadi lokasi syuting film Serdadu Kumbang karya Ari Sihasale yang dirilis tahun 2011 lalu. Hingga kini, suasana Desa Mantar masih sama seperti yang terlihat dalam film layar lebar.
 
Jalanan desa masih berupa tanah dan batu, mayoritas rumah penduduk terbuat dari kayu dengan model rumah panggung yang bagian bawahnya merupakan tempat menyimpan kayu dan memelihara ternak. Sudah ada listrik, tapi untuk komunikasi handphone harus memakai antena khusus, karena lokasi desa di dataran tinggi tak terjangkau sinyal.
 
Bukit di sebelah barat Desa Mantar merupakan sunset point, di mana dari puncak bukit ini B’timers bisa menikmati sunset dengan latar belakang pantai Sumbawa Barat dan beberapa pulau di perairan Poto Tano, serta puncak Gunung Rinjani yang menjulang di kejauhan.

Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat

Selain sunset point, di Desa Mantar juga terdapat Sekolah Dasar yang menjadi lokasi syuting film Serdadu Kumbang, serta sebuah pohon Kemiri besar yang disebut juga sebagai "Pohon Cita-cita". Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan pohon Kemiri ini. Tapi karena kemunculannya di film Serdadu Kumbang, pohon ini jadi ramai dikunjungi traveler yang mampir ke desa Mantar.
 

How To Get There

Berpetualang Ala “Serdadu Kumbang” di Desa Mantar, Sumbawa Barat

Satu-satunya moda transportasi menuju Desa Mantar adalah dengan menumpang mobil Ranger yang beroperasi dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore dari Pasar Seteluk. Lokasi pasar ini bisa Anda akses sekitar 30 menit dari Pelabuhan Poto Tano. Sepanjang jalan dari Poto Tano hingga Pasar Seteluk kita akan disuguhi pemandangan alam padang rumput dan ternak-ternak khas alam Sumbawa.

Baca Juga : Jelajah Pulau Seribu Bukit Sumba
 
Untuk menuju Pelabuhan Poto Tano, B’timers harus menyeberang dengan feri selama satu setengah jam dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Pelabuhan Kayangan sangat mudah diakses dari Mataram, Lombok. Bisa dengan bis umum jurusan Sumbawa, dan sewa mobil atau motor dari kawasan wisata di Mataram dan Senggigi.

Share This Article