Belak, Warisan Seni Mengagumkan ala Timor Leste | Breaktime
Belak, Warisan Seni Mengagumkan ala Timor Leste
17.04.2015

Sebelum jajak pendapat yang dilakukan pada tahun 1999, keindahan alam Timor Leste merupakan salah satu bagian dari pesona kesatuan alam tanah air yang mengagumkan. Namun, meski kini Timor Timur tak lagi menjadi salah satu provinsi Indonesia, keindahan bentang alam dan budaya pulau yang sebelah utaranya berbatasan dengan Laut Banda dan Selat Wetar ini selalu sukses menawan hati para traveller.

Belak, Warisan Seni Mengagumkan ala Timor Leste

Salah satu kerajinan Timor Leste yang paling sering menarik perhatian para traveller adalah belak, sebuah perhiasan yang terbuat dari perak dan lazim digunakan pada saat upacara adat atau lamaran. Biasanya, seorang laki-laki akan membawa belak kepada pihak perempuan untuk diberikan sebagai seserahan pada prosesi lamaran. Bila seorang laki-laki lupa tidak membawa belak, maka ia akan dikenakan denda berupa uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Nah, bila B’timers punya kesempatan bertandang ke Timor Lorosa’e, pastikan untuk mendokumentasikan proses seru pembuatan belak! Proses pembuatan belak ini umumnya dilakukan oleh para pengrajin yang menekuni kepandaian yang diwariskan secara turun-menurun dan salah satu pengrajin belak ternama adalah Jose Noronha.

Belak, Warisan Seni Mengagumkan ala Timor Leste

Pria yang tinggal di Kampung Tunubibi, Desa Tapomemo, Malina, Distrik Bobonaro ini menguasai keterampilan membuat belak karena mempelajarinya dari kedua orang tuanya. Dengan menggunakan alat yang sama seperti yang digunakan oleh generasi sebelumnya, proses pembuatan belak pun siap dilakukan.

Pertama-tama, potongan perak yang dibeli dari Atambua akan dibakar dalam wadah hingga mencair untuk selanutnya dituangkan ke dalam batu cetakan atau acnu. Setelah itu, cairan perak akan dibiarkan mengeras hingga kembali menjadi kepingan perak yang sudah berbentuk.

Selanjutnya, Jose memipihkan potongan perak dengan cara memukulnya berulang kali sekaligus membentuk potongan menjadi bulat atau petak, sesuai dengan keinginan. Pada proses akhir, motif-motif tertentu akan ditambahkan pada belak sehingga kerajinan ini memiliki nilai seni tinggi. Maka tak heran bila sebuah belak umumnya dibanderol dengan harga antara $200 hingga $300.

Bagaimana? Apakah B’timers juga penasaran untuk mengamati secara langsung proses pembuatan belak atau malah memilikinya sebagai sebuah souvenir unik yang memiliki nilai seni tinggi? Bersiaplah untuk terbang ke Timor Leste sekarang juga!

Share This Article