Beda, Menikmati Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong | Breaktime
Beda, Menikmati Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong
20.06.2015

Gunung Bromo di Jawa Timur terkenal dengan keindahan sunrise dan sensasi berpetualang di lautan pasir serta mendaki ratusan anak tangga menuju Kawah Bromo.
 
Terdapat beberapa sunrise spot di sekitar kawasan Bromo dan mayoritas pengunjung biasanya menikmati saat-saat jelang matahari terbit dari Penanjakan.
 
Namun sunrise di Bromo tak hanya bisa dinikmati dari Penanjakan saja, masih ada beberapa tempat alternatif -bahkan dengan view dan lokasi yang lebih nyaman dan indah- untuk menikmati sunrise Bromo, seperti di Bukit Cinta dan Bukit Kingkong.

Beda, Menikmati Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong

Bukit Cinta biasa disebut dengan Penanjakan 2, lokasinya berada di ketinggian yang lebih rendah dari Penanjakan, dengan kondisi jalur trekking yang masih berupa tanah liat. Lokasi ini biasa dikunjungi wisatawan bila Penanjakan sudah penuh sesak, terutama saat weekend.
 
Satu tempat alternatif lainnya adalah Bukit Kingkong. Lokasinya relatif lebih dekat dengan Penanjakan, berada sekitar 50 meter dari rest area sebelum Penanjakan. Aksesnya lebih nyaman daripada Bukit Cinta, dengan jalur trekking sudah paving dan view point yang nyaman dan aman.

Beda, Menikmati Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong

Nama "Bukit Kingkong" diambil dari salah satu sisi tebing di area ini yang menonjol dan menyerupai kepala Kingkong. Batuan dan ceruknya yang terbentuk secara alami juga menyerupai mata dan hidung Kingkong. Kawasan ini mulai ramai dikunjungi setelah warga Desa Wonokitri membuka jalur sebagai view alternatif.

Beda, Menikmati Sunrise Bromo dari Bukit Kingkong

Selain dari view point yang telah disediakan, kita juga bisa menelusuri jalur trekking sejauh kurang lebih 50 meter untuk mendapatkan angle matahari terbit yang berbeda. Salah satu sisi puncak bukit langsung menghadap ke Gunung Batok, Kawah Bromo, dan Lautan Pasir, menambah cantiknya pemandangan pagi di Gunung Bromo.
 
Di sekitar view point Bukit Kingkong juga terdapat beberapa penjual kopi, gorengan, dan mie rebus bagi wisatawan yang ingin menghangatkan badan di tengah dinginnya udara Bromo.

Share This Article