Jalur Pendakian Semeru Ditutup Akibat Badai | Breaktime
Badai dan Perbaikan Ekosistem, Jalur Pendakian Semeru Ditutup
05.01.2016

Adakah B'timers pecinta petualangan yang berencana mendaki Gunung Semeru awal tahun 2016? Tampaknya rencana tersebut harus ditunda beberapa waktu karena Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian Gunung Semeru sejak Senin, 4 Januari, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
            Penutupan ini dilakukan pasca terjadinya badai di sekitar Gunung Semeru. Selain arena badai, jalur pendakian Semeru juga ditutup untuk perbaikan ekosistem di lereng gunung.
            Petugas TNBTS terus menyisir lereng gunung sebagai upaya sterilisasi dari pendaki. Diperkirakan masih terdapat ratusan pendaki yang tersebar di lereng Semeru pada pekan pertama tahun 2016 ini.
            Belum ada kepastian sampai kapan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru ini diberlakukan. Pihak TNBTS masih akan mengamati kondisi cuaca dan hujan badai yang sering turun bersamaan dengan musim hujan.

Jalur Pendakian Semeru Ditutup Akibat Badai | Breaktime
Ranu Kumbolo lokasi favorit wisatawan yang mendaki Gunung Semeru

Curah hujan yang cukup tinggi pada awal tahun dikhawatirkan mengancam keselamatan pendaki akibat jalan pendakian yang licin dan potensi tertimpa dahan dan pohon tumbang di sepanjang lereng gunung.
            Sementara itu, program penutupan untuk perbaikan ekosistem telah berlangsung rutin setiap tahun dengan durasi minimal tiga bulan. Hal yang sama juga diterapkan di sejumlah gunung berapi yang menjadi favorit pendaki lainnya di Indonesia, seperti Gunung Rinjani di Lombok.
            Penutupan jalur pendakian merupakan program tahunan yang dilakukan untuk mengembalikan ekosistem alami di lereng Gunung Semeru setelah terganggu akibat aktivitas pendakian sepanjang tahun.

Jadi, untuk B'timers yang ingin melakukan pendakian ke Semeru sebaiknya bersabar dulu, ya. (ZA)

Share This Article