Alor: Keindahan Alam Bawah Laut di Flores Timur | Breaktime
Alor: Keindahan Alam, Budaya, dan Bawah Laut di Flores Timur
28.07.2015

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak kawasan yang relatif belum tereksplor. Salah satu destinasi di NTT yang menjadi favorit pelancong adalah Alor.

Alor berlokasi di bagian timur pulau Flores, sebuah kawasan yang masih alami dengan pemandangan bukit, pantai, dan bawah laut yang mengagumkan. Suasana di Alor sendiri belum seramai Flores bagian barat seperti Labuan Bajo atau Taman Nasional Komodo.

Selain keindahan alamnya, Alor juga menyimpan daya tari budaya dan sejarah yang mengundang minat peneliti dan petualang. Alor dikenal dengan julukan Pulau Seribu Moko, dengan keberadaan Museum 1000 Moko  dan kawate, sebutan untuk kain tenun yang indah khas Alor.

Alor: Keindahan Alam Bawah Laut di Flores Timur | Breaktime
Menikmati suasana Desa Takpala dengan rumah adat khas Alor

Keindahan bawah laut Alur disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Indonesia Timur setelah Raja Ampat. Para penyelam dari berbagai belahan dunia datang ke Alor untuk mengeksplor sekitar 50 titik selam yang tersebar dari Alor hingga Pulau Pantar.

Penulis perjalanan, Karl Muller, dalam bukunya East of Bali, menyebutkan bahwa Alor memiliki air laut yang bersih, biota laut yang beraneka ragam, dan terdapat titik-titik selam yang dapat dinikmati pada malam hari. Muller menyebut underwater Alor sebagai taman laut kelas dunia.

Alor: Keindahan Alam Bawah Laut di Flores Timur | Breaktime
Alor juga memiliki pantai berpasir putih dengan garis pantai memanjang

Keunikan budaya Alor masih dipertahankan dari jaman pra sejarah hingga era modern sekarang ini. Di daratan Alor sendiri berdiam beberapa suku tradisional Flores, beberapa di antaranya masih membuat pakaian dari kulit pohon, disebut dengan pakaian ka. Suku Takpala di Desa Lembur Barat, Alor Utara, masih memegang tradisi merangkai rumah adat berbentuk limas dengan atap terbuat dari daun kelapa dan anyaman bambu.

Satu lagi keunikan Alor adalah terdapat sebuah desa yang menyimpan Al Quran tertua di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Al Quran tersebut terbuat dari kulit kayu dan diperkirakan telah berusia lebih dari 800 tahun. Al Quran tertua ini tidak pernah keluar Alor, kecuali pada tahun 2011 saat dipamerkan oleh Kesultanan Ternate di Festival Legu Gam Ternate.

Alor: Keindahan Alam Bawah Laut di Flores Timur | Breaktime
Anak-anak Alor pandai menyelam dengan kacamata selam buatan sendiri

Untuk menikmati keindahan Alor, Anda harus terbang lebih dulu ke Bandara El Tari Kupang, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan menuju Alor. Bisa juga dengan kapal laut namun membutuhkan waktu yang sangat lama. Setiba di Alor, sudah banyak paket tur keliling pulau dan paket diving bagi yang suka menyelam. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Alor adalah pada pertengahan tahun hingga periode bulan Oktober dan November.

Share This Article