Ajak Buah Hati Wisata Unik di Loko Antik Tegal | Breaktime
Ajak Buah Hati Wisata Unik di Loko Antik Tegal, yuk!
22.07.2016

Sudah berapa kali Anda mengunjungi obyek wisata unik, B’timers? Di Tegal yang memiliki bahasa unik, ada juga destinasi unik yang akan membuat siapapun tertarik untuk datang berkunjung. Namanya Loko Antik, B’timers. Tapi jangan bayangkan di sini wisatawan akan disuguhi dengan berbagai kepala kereta api, alias lokomotif, lho. Yuk, simak seperti apa keunikan Loko Antik ini, B’timers!

Kereta antik peninggalan Kolonial Belanda

Awalnya Loko Antik ini menjadi transportasi utama yang digunakan oleh Pabrik Gula Pangkah, yang ada di Kecamatan Pangkah untuk mengangkut tebu dari perkebunan tebu. Pabrik gula ini sudah berdiri sejak 1832. Wah, ini berarti sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda menduduki Indonesia, ya, B’timers? Dulu pemiliknya adalah Nv Mijtot Expoitatie Der Suiker Fabrieken.

Saat itu pabrik gula masih dikelola Nv Kasy dan Sucier yang berkedudukan di Surakarta. Namun berdasar Undang-undang, PG Pangka telah di”nasionalisasi”-kan menjadi milik Pemerintah Pusat. Dan hingga saat ini, pabrik masih tetap beroperasi. Untuk melestarikan Loko Antik, Kabupaten Tegal pun menjadikannya sebagai daya tarik wisatawan bersejarah peninggalan Belanda.

Ajak Buah Hati Wisata Unik di Loko Antik Tegal | Breaktime
Naik kereta api, tuuut tuuut tuuut!

Berkeliling Tegal dengan kereta api antik, yuk!

Loko Antik ini dibuat sekitar tahun 1927 dan menggunakan tenaga diesel. Namun jangan salah, karena meskipun usianya sudah terbilang cukup tua, lokomotif antik ini sanggup menarik 3 gerbong wisata dan sekitar 100 orang penumpang, lho, B’timers. Tidak seperti lokomotif yang berusia tua, gerbongnya sih, terbilang sangat baru dengan kursi penumpang 2-1 dan saling berhadapan.

Anda bisa menikmati pemandangan saat berkeliling menggunakan Loko Antik, karena jendela besarnya tidak tertutup kaca, B’timers. Pada saat momen khusus, seperti Metikan, penumpang dibawa berkeliling kebun tebu dan sekitar kawasan pabrik gula. Selama 15 menit perjalanan, Anda akan diajak mengenal proses produksi gula ditemani dengan latar belakang Tegal yang indah.

Kapan lagi berkeliling dengan lokomotif antik, nih, B’timers? (NO) 

Share This Article