Ada Jalur Pendakian Kuno Di Gunung Penanggungan | Breaktime
Ada Jalur Pendakian Kuno Di Gunung Penanggungan
25.03.2017

Indonesia memiliki banyak gunung-gunung berapi yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Apalagi di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Tak heran jika banyak pendaki lokal bahkan internasional yang rela untuk meluangkan waktunya menjelajah gunung-gunung di Indonesia. Gunung-gunung di Indonesia ini memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh negeri manapun. Mulai dari landscape yang memukau, medan yang menguji adrenalin, dan misteri yang berkembang di masyarakat. Semua itu adalah satu kesatuan yang dimiliki oleh hampir seluruh gunung di Indonesia.

Salah satunya adalah Gunung Penanggungan yang merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di Jawa Timur. Lokasi tepatnya berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan. Kalau dari Surabaya, jaraknya sekitar 55 km. Gunung Penanggungan memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut. Gunung kecil ini merupakan satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Di kalangan pendaki lokal, Gunung Penanggungan dianggap sebagai miniatur dari Gunung Semeru.

Mengapa demikian? Yap, itu karena Gunung Penanggungan memiliki karakter puncak yang sama dengan Mahameru. Kalau menurut kepercayaan Jawa Kuno, Gunung Penanggungan adalah bagian Puncak Mahameru yang dipindahkan. Itulah sebabnya mengapa Gunung Penanggungan juga dianggap sebagai salah satu gunung suci dari sembilan gunung suci yang ada di Jawa.

Ada Jalur Pendakian Kuno Di Gunung Penanggungan | Breaktime
Bersantai di Puncak Bayangan (by Google)

Baca juga : TEMPAT REKREASI DI BANDUNG MELEBIHI EKSPEKTASI

Untuk mendaki Gunung Penanggungan, Anda bisa mengikuti jalur yang sudah banyak dilewati oleh pendaki lain, yaitu dari Desa Tamiajeng. Pertama Anda bisa menuju pos perijinan. Di sana Anda akan dikenakan biaya registrasi sebesar Rp 8 ribu/orang dan ketika hari libur Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu.

Setelah selesai mengurus registrasi, Anda bisa menuju Puncak Bayangan yang normalnya membutuhkan waktu tempuh 2 – 3 jam dengan kemiringan 40 – 60 derajat. Anda juga akan melewati medan dengan jurang di sebelah kiri. Sebelum sampai di Puncak Bayangan, Anda akan melewati sekitar 3 – 4 pos. Nah, pas sudah sampai di Puncak Bayangan, Anda bisa membangun tenda dan camping semalam untuk beristirahat.

Ada Jalur Pendakian Kuno Di Gunung Penanggungan | Breaktime
Sunrise terbaik dari Puncak Pawitra (by Google)

Baca juga : MENGINTIP KEINDAHAN PULAU TAK BERPENGHUNI DI UJUNG SUMATRA

Keesokan harinya, Anda bisa berkemas dan melanjutkan perjalanan ke Pawitra. Untuk sampai di Puncak Pawitra, Anda perlu waktu sekitar 1 – 1,5 jam. Sangat disarankan untuk berangkat pagi, karena Anda bisa menikmati pesona sunrise yang menakjubkan.

Tetapi rupanya tak hanya jalur tersebut, sekitar 2 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2015, telah ditemukan sebuah jalur kuno yang mirip dengan jalur kereta kuda di masa Kerajaan Majapahit. Jalur kuno ini ditemukan setelah terjadi kebakaran yang menghanguskan ratusan hektar lahan di gunung. 

Ada Jalur Pendakian Kuno Di Gunung Penanggungan | Breaktime
Penemuan jalur pendakian kuno di Gunung Penanggungan (by Google)

Baca juga : TAK LAMA LAGI ADA YANG BARU DARI BROMO, APA YA?

Pihak peneliti UTC melakukan pemantauan dengan menggunakan drone. Ternyata yang mengejutkan adalah banyak ditemukan situs purbakala mulai dari lereng sampai dengan puncak. Pada akhirnya penelitian tersebut mengungkapkan bahwa jalur melingkar dengan lebar 1,5 – 2 meter tersebut adalah jalur yang sesungguhnya untuk sampai ke puncak Penanggungan. Ada dua jalur yang ditemukan, yaitu jalur melingkar dan jalur zig-zag.

Tetapi kelanjutan dari penemuan jalur tersebut masih terus ditelusuri. Pada intinya, untuk sampai ke puncak Gunung Penanggungan, Anda harus menyiapkan banyak hal termasuk persiapan fisik dan mental yang kuat. (vpd)



artikel kompilasi
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE
related img
icon maps
PAPUA
TRAVEL GUIDE