Fakta Mitos Gunung Agung Yang Sedang Bergejolak | Breaktime
10 Fakta & Mitos Gunung Agung Yang Sedang Bergejolak
02.10.2017

Buat kamu yang berencana liburan ke Bali, tentu muncul perasaan was-was terkait status Gunung Agung. Gunung berapi setinggi 3031 meter yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Dewata itu kini sedang aktif dan diprediksi segera meletus. Statusnya dari waspada hingga awas pun kini tak hanya membuat wisatawan was-was, tetapi juga para penduduk yang berada di lereng gunung ini.

Sekitar 10 ribu warga telah diungsikan pada minggu terakhir September 2017 sebagai antisipasi letusan untuk meminimalisir korban jiwa. Para pengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Nah, sekarnag lupakan sejenak tentang Gunung Agung yang akan memuntahkan laharnya ini. Simak, yuk rangkuman 10 fakta dan mitos seputar Gunung Agung.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Diam-Diam, Gunung Rinjani Simpan 10 Hal Unik Ini!

1. Terakhir meletus setengah abad lalu

Gunung Agung terakhir kali meletus lebih dari setengah abad lalu, tepatnya 18 Mei 1963. Saat itu letusannya menewaskan lebih dari 1000 orang dengan ketinggian asap lebih dari 6 kilometer.

2. Lokasi cukup jauh dari kawasan Kuta

Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem ini berjarak sekitar 75 kilometer dari Kuta. Meski belum berdampak pada wisata di kawasan selatan Bali, namun petugas terus memonitor aktivitas Gunung Agung. Bandara Ngurah Rai juga belum ditutup dan penerbangan masih normal.

Fakta Mitos Gunung Agung Yang Sedang Bergejolak | Breaktime
Jalur pendakian menuju puncak Gunung Agung

3. Destinasi favorit turis Australia

Gunung Agung merupakan destinasi alam di Bali yang banyak diminati wisatawan -selain Gunung Batur. Bali sendiri merupakan destinasi favorit wisatawan asal Australia. Tahun 2016, lebih dari 1,2 juta wisatawan Australia mengunjungi Pulau Dewata.

4. Status awas

Status Gunung Agung telah dinaikkan menjadi "awas" sejak Jumat 22 September 2017. Artinya, seluruh aktivitas penduduk dan wisatawan atau pendaki dilarang berada di area 9 hingga 12 kilometer dari puncak gunung.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Honeymoon di 5 Wisata Romantis Indonesia

5. Jalur pendakian

Ada tiga jalur pendakian menuju puncak Gunung Agung. Jalur selatan melalui Karangasem di basecamp Pura Pasar Agung, jalur tenggara melalui Budakeling, dan jalur barat daya melalui Pura Besakih. Dari ketiganya, jalur barat paling banyak dilalui pendaki untuk melakukan pendakian.

Fakta Mitos Gunung Agung Yang Sedang Bergejolak | Breaktime
Berada di ketinggian 3031 mdpl, Gunung Agung merupakan gunung api tertinggi di Pulau Bali

6. Mitos pendaki

Para pendaki yang akan mendaki Gunung Agung dilarang membawa daging sapi dalam bentuk apapun. Para pendaki juga diminta mengucap izin saat melewati beberapa tempat yang dianggap sakral.

7. Aturan tak tertulis

Di kalangan pendaki, ada aturan tak tertulis untuk mendaki Gunung Agung, yaitu dilarang memakai baju berwarna merah atau hijau, serta wanita yang sedang haid juga dilarang mendaki.

8. Diyakini sebagai replika Gunung Semeru

Oleh masyarakat Hindu Bali, Gunung Agung dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Batara Mahadewa atau Hyang Tolangkir, dewa di kepercayaan Hindu. Selain itu, gunung ini juga diyakini sebagai replika Gunung Semeru yang dibelah oleh Dewa Pasupati.

Fakta Mitos Gunung Agung Yang Sedang Bergejolak | Breaktime
Pura Besakih merupakan pura Hindu yang terkenal dan berada di kaki Gunung Agung
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Mengintip Cantiknya Laguna, Si Air Terjun Terindah!

9. Pura Besakih

Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, Pura Besakih hanya mengalami kerusakan kecil atau seakan tak tersentuh. Dari Pura Besakih, puncak Gunung Agung terlihat runcing, padahal gunung ini memiliki bentuk puncak yang memanjang dan kawah yang melingkar dan lebar.

10. Nilai spiritual

Masyarakat Bali memiliki keyakinan bahwa Gunung Agung adalah gunung keramat yang harus dijaga. Karena itu tiap pendaki yang ingin pergi ke puncak harus ditemani pemandu atau guide. Apabila sesuatu hal buruk yang menyebabkan kematian terjadi di Gunung Agung, masyarakat harus mengadakan Upacara Penyucian Gunung.

Itulah sepuluh fakta dan mitos-mitos unik seputar Gunung Agung. Tentunya kita berharap gunung ini segera kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas warga Bali, terutama wisatawan yang ingin berlibur ke Pulau Dewata.



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE