Siapakah Mantan PM Inggris yang Dijuluki “Iron Lady”?
Siapakah Mantan PM Inggris yang Dijuluki “Iron Lady”?
08.04.2015
“I am in politics because of the conflict between good and evil, and I believe that in the end good will triumph.”

Sempat memimpin masa jabatan yang lama sebagai perdana menteri di Inggris, kepergian wanita yang meninggal dunia di tahun 2013 ini menyisakan duka yang begitu mendalam di kancah perpolitikan dunia. Adalah Margaret Thatcher, wanita pertama yang menjadi perdana menteri Inggris dengan masa jabatan paling lama di abad 20, yakni mulai 4 Mei 1979 hingga 28 November 1990.

Selama masa pemerintahannya tersebut, Margaret membuat kebijakan ketat yang bertolak belakang dengan serikat buruh. Tak hanya itu, kegigihannya dalam menentang Uni Soviet juga membuat Thatcher mendapat julukan lain sebagai “Iron Lady”. Julukan inilah yang kemudian digarap oleh sutradara Phyllida Lloyd menjadi sebuah film yang rilis di tahun 2011.

Terlahir dengan nama lengkap Margaret Hilda Roberts di Grantham, Licolnshire, sebuah kota kecil di timur Inggris, wanita yang lahir pada tanggal 13 Oktober tahun 1925 silam ini memulai debut politiknya saat menyampaikan pidato di usia 20 tahun. Hal ini tak lain juga muncul karena semasa remaja Margaret selalu tertarik mendengar pidato-pidato politik ayahnya yang kala itu menjabat sebagai dewan kota.

Margaret Thatcher di masa muda
Margaret Thatcher di masa muda

Sebelum fokus menekuni karir di bidang politik, wanita cerdas ini sempat mengenyam ilmu kimia di Oxford University serta sempat pula menjadi seorang pengacara setelah menempuh studi hukum.  Hanya berselang empat tahun, karir politik wanita yang menikah dengan Denis Thatcher di tahun 1951 ini pun  mulai menanjak setelah terpilih menjadi Ketua Partai Konservatif pada 1975.

Karir Margaret sebagai seorang Perdana Menteri juga diwarnai dengan berbagai tantangan keras yang menguji kegigihan, keberanian, dan ketegesannya sebagai seorang pemimpin. Masalah seperti kerusahan Brixton di tahun 1981, perang Falklands di tahun 1982, demonstrasi para penambang dari tahun 1984 hingga 1985, hingga peristiwa pengeboman Grand Hotel di Brighton yang nyaris merenggut nyawa Margaret dan Denis menjadi kisah sejarah yang menghiasi perjalanan politik wanita tangguh ini.

Setelah kepergian Margaret, muncul sosok wanita kedua yang tampil sebagai President of the European Council dan mengepalai G8 di tahun 2007 bernama Angela Markel. Ia merupakan wanita ke dua di Benua Eropa yang berhasil membuat dunia politik terperangah setelah kejayaan sang “Iron Lady”.

Share This Article