Selfie Buruk untuk Kesehatan Mental, Benarkah? | BREAKTIME
Selfie Buruk untuk Kesehatan Mental, Benarkah?
04.04.2015
“Some rules are nothing but old habits that people are afraid to change.”

-Therese Anne Fowler-

Kebiasaan, hal yang tampak sepele padahal sangat mempengaruhi karakter dan kepribadian seseorang. Ya, kebiasaan baik tentu saja membentuk karakter yang baik, sedangkan kebiasaan buruk akan menuntun B’timers menjadi seseorang yang negatif pula.

Seiring perkembangan teknologi, muncul berbagai kebiasaan baru yang berkaitan dengan gadget, misalnya saja selfie. Aktivitas memotret diri sendiri yang biasa dilakukan dengan gadget ini bahkan mulai menjadi ‘budaya’ baru yang tak bisa dilewatkan meski sedang berada di kerumunan orang. Saking maraknya, kini bahkan tersedia tongsis atau “tongkat narsis” untuk mempermudah Anda berfoto selfie dengan angle yang lebih baik. 

Nah, kalau ada statement yang mengatakan bahwa terlalu sering melakukan selfie bisa menggangu kesehatan mental, percayakah Anda? Dilansir dari Health, kebiasaan memotret segala momen yang dialami sebenarnya membawa pengaruh buruk bagi kesehatan, terutama kesehatan mental. Saat Anda lebih sibuk memikirkan angle mana yang bagus untuk mengambil gambar atau ekspresi apa yang harus ditampakkan di depan kamera, tanpa sadar otak akan ‘menghilangkan’ memori Anda tentang momen yang sedang terjadi. 

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Psychological Science, sejumlah partisipan melakukan tur ke sebuah museum dan diminta untuk melihat berbagai benda sekaligus mengingatnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk memotret suatu momen atau benda dan mengingat apa yang sudah mereka abadikan melalui kamera. 

Hasilnya, para partisipan lebih ingat dengan apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka potret. Dengan kata lain, saat mengambil gambar, kesadaran pada otak seolah dihalangi oleh tembok sehingga Anda lebih sulit untuk mengingat dengan detail momen tersebut. Wash, Chair & Associate Professor di Departemen Psikologi Kesehatan dan Konseling Universitas Bastyr, Kenmore, mengungkapkan bahwa lensa kamera tersebut layaknya selubung yang berada di depan mata dan tak disadari.

Jadi, saat B’timers berpikir bisa mengabadikan banyak momen dengan berfoto selfie, sebenarnya yang diabadikan hanyalah gambar. Namun kenangan akan momen itu sendiri tidak muncul secara lengkap dalam ingatan. Tapi bukan berarti Anda jadi sama sekali tak boleh berfoto selfie, ya! Narsis di depan kamera sah-sah saja, asal jangan berlebihan dan tetap ingat untuk menikmati berbagai aktivitas dengan orang-orang terkasih.

Share This Article